Dari Webinar “Manajemen Isu dan Krisis”: Sinergi Humas dan Media dalam Menghadapi Krisis

Dari Webinar “Manajemen Isu dan Krisis”: Sinergi Humas dan Media dalam Menghadapi Krisis

PRABANGKARANEWS.COM || YOGYAKARTA – Bagian Hubungan Masyarakat atau Humas sebuah organisasi harus menguasai permasalahan yang dihadapi. Tugas Humas bukan sekadar menyampaikan informasi melainkan harus mengumpulkan informasi dan mengolahnya menjadi data yang bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam webinar “Manajemen Isu dan Krisis” yang diselenggarakan Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta, Sabtu  (16/11/ 2020).

Seminar tersebut menghadirkan Febri Diansyah, aktivis antikorupsi yang baru saja mengundurkan diri sebagai Kepala Biro Humas dan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Cesario Taufik Andika dari Sekretariat Dewan Energi Nasional, Kementrian ESDM, Divisi Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan, Bagian Humas dan Persidangan. Kedua pembicara memaparkan bagaimana organisasi yang diwakilinya berkali-kali dihantam krisis.

“Pada masanya dulu, KPK selalu menjadi sasaran unjuk rasa. Kita juga harus hati-hati dan mengetahui betul apa maksud pengunjuk rasa dan siapa mereka. Kadang ada pengunjuk rasa yang menggunakan jas almamater berbagai perguruan tinggi, tetapi kita lihat jas alamamaternya dibagikan di lokasi,” ungkap Febri sembari tersenyum.

“Porsi kami berbicara dengan media mungkin hanya sekitar 15%. Kami lebih banyak melakukan analisis data dan kemudian menimbang-nimbang mana yang akan disampaikan kepada publik dan mana yang tidak,” lanjutnya. Febri memaparkan bahwa selama tahun 2019 terdapat 344.844 berita mengenai KPK atau 957 berita per hari. Pada semester I tahun 2020, terdapat 103.555 berita atau 575 berta per hari.

Pembicara lainnya, Cesario, juga memaparkan bagaimana krisis menjadi sebuah perhatian serius dari lembaga pemerintah yang diwakilinya. Sejak empat tahun lalu, telah diterbitkan Peraturan Presiden No 41 tahun 2016  tentang Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisis Energi dan/atau Darurat Energi. Pada Pasal 13 Perpres tersebut, terdapat sepuluh poin penanggulangan krisis energi. “Energi adalah sumber daya yang sangat mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, harus dijaga jangan sampai berada pada kondisi krisis. Kalaupun itu terjadi, sudah ada tata cara penetapan dan penanggulangan krisis dan darurat energi,” lanjut Cesario. Adapun yang dimaksud dengan energi adalah bahan bakar minyak, listrik, LPG, dan gas bumi.

Media sebagai Teman

Baik Febri Diansyah maupun Cesario sama-sama sepakat bahwa peran media amat penting bagi Humas. Menurut Febri, hal ini masuk dalam 3 prinsip dasar komunikasi publik KPK. “Pertama sebagai media informasi, kedua, bertanggung jawab kepada publik dan ketiga, bergerak bersama jaringan antikorupsi yang lain. Nah, yang ketiga ini termasuk dalam menjalin hubungan dengan media. Hubungan yang kami bangun, dulu, bukan sekadar antara pemberi berita dengan penulis berita, melainkan hubungan antara KPK dengan  bagian dari gerakan antikorupsi. Sehingga, tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh media betul-betul menyampaikan pesan antikorupsi kepada masyarakat,” ungkap alumnus FH UGM tersebut.

Hal yang kurang lebih sama juga berlaku di Kementrian ESDM. Media dan Humas adalah teman yang saling membutuhkan. Humas terus menjalin hubungan baik dengan media dalam keseharian, bukan hanya saat krisis. Kementrian juga aktif memberikan informasi kepada media. Pada tahun 2019 Humas ESDM memproduksi 727 rilis  atau kurang lebih tiga berita per hari yang dibagikan kepada media.

Koordinator Prodi Humas UPN Veteran Yogyakarta, Dewi Novianti, M.Si, menyatakan bahwa webinar berjalan lancar dan sukses. “Webinar dihadiri 277 peserta yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Mereka antusias mengikuti acara dan aktif dalam sesi tanya jawab. Harapan kami, semoga seminar ini bisa memberi inspirasi bagaimana menjadi Humas yang baik termasuk bagaimana mereka dapat menghandel krisis dengan tepat,” papar Dewi mengakhiri wawancara.

Please follow and like us:

redaksiprabangkara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *