Permainan Cahaya Kamera; Prof.Dr. H. Andrik Purwasito, D.E.A, Guru Besar UNS Surakarta

Permainan Cahaya Kamera;  Prof.Dr. H. Andrik Purwasito, D.E.A, Guru Besar UNS Surakarta

PRABANGKARANEWS.COM || Prof.Dr. H. Andrik Purwasito, D.E.A Guru Besar UNS dengan multitalenta.  Selain sebagai pakar komunikasi beliau juga sebagai pelukis, dalang, serta seorang fotografer profesional.   Mengajar Fotografi 25 tahun di Program Studi Komunikasi, Fisipol UNS, Surakarta.  Kepada jurnalis Prof Andrik Purwasito, ilmu yang didapatnya khususnya fotografi dari University Ecole des Hautes Etudes en Science Sociales, Perancis untuk menyelesaikan S2 dan S3.  Sabtu (23/1)

Lahir di Trenggalek, Jawa Timur, 13 Agustus 1957; umur 63 tahun) merupakan seorang guru besar dalam bidang Ilmu Komunikasi Lintas Budaya di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Ia juga ahli dalam bidang Kajian Budaya dan Hubungan Internasional. Beliau dikenal sebagai pengarang sastra Jawa modern dan sastra Indonesia, menulis puisi, juga melukis (setelah bergabung di Sekolah Tinggi Seni Rupa ASRI sejak 1980), ia juga Dalang wayang kulit dengan nama beken Ki Ageng Guru Multitalenta.

 

Sejak kecil beliau sudah mendalang wayang kulit, lalu SMA aktif menulis puisi jawa dan cerpen dalam bahasa Jawa modern dan juga bermain teater. Puisi Jawa di muat pertama di Majalah Jaya Baya pada tahun 1972. Beliau memenangkan berbagai lomba, antara lain, penulisan puisi juara ke III nasional (1985), penulisan cerpen dan juara pertama penulisan sandiwara radio tingkat nasional (1985), dan penulisan Kritik Sastra Nasional juara Harapan I (1985), dan masih banyak karya lainnya.

“Fotografi itu mudah; 1) kuasai gelap terang; 2) kuasai emosi objek; dan 3) konsentrasi pada insting sense of art,” jawab Prof Andrik melalui saluran WhatsApp.

 

Dalam bidang seni drama, beliau menjadi pemain pria terbaik (The Best Actor) dalam festival drama, Juara dan pemenang Piala Kirjomulyo di Yogyakarta (1985). Dalam bidang akademik, kelulusan terbaik program Studi Hubungan Internasional (1979), dosen teladan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Karya lukisan Prof. Dr.Andrik Purwasito dipajang di “Wong kampoeng Contemporary Galery” Karanganyar, Jawa Tengah sebagai tempat  Prof Andrik untuk mengabadikan salah satu mahasiswa S3 Kajian Budaya UNS yang juga seorang Dosen Program Studi Sejarah, FIB UNS biasa dipanggil Yusi, Sabtu (23/1/2021).

 

Jika kita melihat karya spontanitas Prof Andrik Purwasito dalam mengabadikan model, bak photografer profesional.  Fotografer berhasil untuk memotret model dengan latar belakang karya lukisan Andrik Purwasito dengan mengandung sebuah cerita. Ada sebuah cerita dalam pose model dengan memalingkan muka, mungkin ada sebuah pekerjaan yang harus segera diselesaikan yaitu menulis Desertasi.

Walaupun terkesan sederhana namun ada sebuah arti dalam karya fotografer tersebut.  Apalagi sang model, seorang Dosen FIB UNS  dengan senyuman tipisnya yang khas membuat suatu yang sederhana menjadi luar biasa dengan latar belakang karya lukisan Sang Fotografer Andrik Purwasito yang fenomenal.   Salah satu cara untuk berkreasi dalam masa pandemi Covid-19.

Wanita tegar dengan hoby gsetir mobil  Solo-Yogya tiap hari Sabtu ini dengan nama lengkap Yusana Sasanti Dadtun, S.S., M.Hum gelar mentereng yang sebentar lagi segera menyandang gelar Doktor Kajian Budaya.  Dosen yang gemar  nyetir mobil Yogya-Solo  dengan berbagai kesibukannya dan aktivitasnya, masih menyempatkan bergaya di depan kamera.  Wajah ayu khas Jawa Tengah menambah anggunnya Dosen energik dengan berbagai aktivitasnya.   Semoga sosoknya menjadi inspirasi bagi mahasiswa ataupun generasi muda lainnya.

Fotografer: Prof. Dr.Andrik Purawasito, D.E.A

Model: Yusana Sasanti Dadtun, S.S., M.Hum

Penulis: AHy

Please follow and like us:

redaksiprabangkara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *