Wisata Pantai Watu Karung, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia

Wisata Pantai Watu Karung, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia

Oleh: Anggi Anggraeni

Wisata Pantai Watu Karung, yang berada  di Dusun Ketro, Desa Watu Karung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dengan keindahan pesona alam berbaurnya ombak laut dengan pantai karang yang indah akan memanjakan wisatawan.

Tak salah jika wisata Pantai Watu Karung, keindahannya tak kalah indah dengan pantai lain. Pantai ini memiliki keistimewaan tersendiri  karena selain lautnya yang jernih pemandangan indah berupa pulau-pulau kecil yang berada di tengah laut yang ditumbuhi dengan rerumputan liar. Keberadaan pulau-pulau kecil di Pantai Watu Karung inilah yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Tempat ini juga belum terlalu ramai, sehingga surfer bisa mengejar ombak dengan leluasa.

Angin offshore biasanya datang pada bulan April – Oktober, menjadikan bulan-bulan ini adalah saat-saat terbaik untuk bercengkerama dengan barrel Watu Karung. Pantai ini terkenal dengan bongkahan batu-batu karang yang besar dan eksotis. Dikelilingi oleh batu-batu karang yang besar, membuat Pantai Watu Karung ini dijuluki sebagai Raja Ampatnya Jawa Timur. Dengan keindahan alamnya yang sangat menawan tak heran pula bila Pantai Watu Karung ini sering di jadikan tempat untuk foto prewedding.

Keindahan dari Pantai Watu Karung memang menimbulkan keinginan para wisatawan untuk menikmati suguhan keindahan alamnya. Tetapi semenjak adanya pemberitahuan dari Pemerintah Kabupaten Pacitan mengenai penutupan kunjungan ke beberapa destinasi wisata, meberikan pengaruh besar terhadap destinasi wisata. Banyak orang yang menyebarkan berita di media sosial sehingga yang sebelumnya hanya sedikit orang yang tau dan mendengar kemudian setelah pemberitahuan beredar lebih luas di media sosial banyak yang tau akan pemberitahuan tersebut.

Sehingga banyak yang percaya tanpa mereka mengkonfirmasi kebenaran dari informasi di media sosial. Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini kita semua hidup di zaman yang modern banyak teknologi-teknologi baru yang muncul dan alat – alat yang super canggih. Perkembangan teknologi semakin maju, dahulu yang handphone hanya digunakan untuk telepon dan sms untuk sekedar menanya kabar, sekarang ini handphone tidak hanya bisa telepon dan sms, akan tetapi di sekarang ini bisa juga menjadi sebuah komputer mini yang canggih, bisa menjadi tv juga dengan adanya smartphone.

Sehingga apa pun yang ada bisa kita akses dimana pun dan kapanpun. Banyak orang yang kurang memahami cara mempergunakan teknologi dengan baik. Hal ini yang memicu terjadinya kesalah pahaman dalam menemukan informasi.

Melalui informasi yang beredar di media sosial wisata Pantai Watu Karung sepi pengunjung dan mengalami penurunan pendapatan. Padahal faktanya hanya sebagian saja tempat wisata yang ditutup , wisata Pantai Watu Karung tetap dibuka tetapi dengan peraturan baru yaitu pengunjung yang datang harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan membawa hasil swab oleh masing – masing pengunjung, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan membawa hand sanitizer untuk keperluan pribadi.

Protokol kesehatan di Pantai Watu Karung memang sudah di laksanakan dengan baik. Pengunjung yang datang selalu diingatkan dan diberi ketegasan untuk mematuhi protokol oleh para petugas. Petugas yang melakukan ketertiban peraturan juga tidak hanya satu orang saja tetapi ada banyak petugas yang mengatur peraturan tersebut, mulai dari pintu masuk hingga sampai di area pantai. Hal itu dilakukan karena sebagian orang tidak peduli dengan protokol kesehatan dengan melepas masker ketika sampai di area pantai.

Kondisi pandemi yang berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan juga berdampak pada jumlah wisatawan yang berkunjung semula berjumlah 34.826 dengan angka nominal pendapatan 881 juta dalam setaun, kini setelah adanya pandemi dan peraturan pemerintah mengalami penurunan 25%. Terbukti dengan adanya pandemi mempengaruhi pengembangan sektor pariwisata. Belum lagi dengan tempat wisata lain yang mungkin lebih tinggi lagi angka penurunan pendapatan setelah adanya pandemi.

Beredar kabar  bahwa penularan covid-19 lebih banyak di lokasi  pariwisata padahal kenyataanya tidak ! Buktinya banyak orang yang tertular covid-19 tetapi tidak berkunjung ke destinasi wisata. Sehingga tidak membuktikan bahwa peryataan penularan covid-19 banyak diakibatkan oleh kunjungan wisatawan ke beberapa destinasi wisata. Penularan terjadi akibat manusiannya sendiri yang kurang menyadari akan bahayanya penyakit Covid-19.

Hingga kini tempat wisata Pantai Watu Karung beraktivitas dengan suasana dan situasi pandemi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Pengunjung bebas menikmati indahnya alam Pantai Watu Karung dengan mematuhi protokol kesehatan. Karena memang Pantai Watu Karung tidak seramai pantai lain dan hanya hari – hari tertentu tempat wisata Pantai Watu Karung ramai pengunjung. Seperti hari libur Sabtu – Minggu banyak wisatawan yang berkunjung.

Meski adanya pandemi Pantai Watu Karung tetap beroperasi sebagaimana adanya, hanya saja ada perbedaan tentang wisatawan yang harus mematuhi protokol kesehatan. Karena protokol kesehatan yang ada di Pantai Watu Karung hingga kini tetap ditegaskan agar mengurangi jumlah penularan Covid-19.

Masyarakat juga perlu kesadaran diri terhadap prokes yang telah ditetapkan dengan mengikuti anjuran pemerintah di lokasi wisata dengan melakukan 3M (Mencuci tangan, Memakai Masker, dan Menjaga jarak). Ketika memasuki wilayah wisata terutama wisata pantai dan berada di area tetap harus menjalankan peraturan dan memulai sehat dari diri kita sendiri. Kesadaran diri dari masyarakat juga memudahkan para petugas wisata pantai dalam menjalankan tugas. Jika semua bisa berkerja sama dalam menghadapi pandemi semua akan lebih mudah dan menjadi lebih baik serta tiada faktor-faktor lain yang dapat menghambat sistem pariwisata.

(*) Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan

Editor: AHy

Please follow and like us:

redaksiprabangkara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *