Prof. Istadiyantha, di Mesir Ditemukan Naskah Tertua dari Papirus Berumur 1.500 tahun

Prof. Istadiyantha, di Mesir Ditemukan Naskah Tertua dari Papirus Berumur 1.500 tahun

UNS, -Riset Grup Filologi Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan webinar nasional dan pelatihan digitalisasi naskah. Dalam acara ini, Riset Grup Filologi Melayu menghadirkan Prof. Istadiyantha, Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A., dan Bagus Kurniawan, S.S., M.A. sebagai pembicara.

Acara ini diikuti kurang lebih 190 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri. Dalam materinya, Prof. Istadiyantha, Selasa (29/6/2021)  yang merupakan Guru Besar FIB UNS menyampaikan materi tentang pernaskahan secara tradisional dan modern.

Prof. Istadiyantha, menjelaskan naskah pada zaman dulu tidak semuanya ditulis menggunakan kertas berbahan kulit kayu, tetapi ada juga yang ditulis di papirus. Penulisan naskah di media ini berkembang di wilayah Mesir dan sekitarnya. Ditemukan naskah tertua dari papirus yang berumur 1.500 tahun dengan tulisan mengacu pada kisah Alkitab tentang perjamuan terakhir dan cerita Manna dari Surga,” jelasnya.

Tanaman papirus merupakan sejenis tanaman cairan yang diketahui sebagai bahan untuk membuat kertas pada zaman kuna. Tanaman ini umumnya ditemukan di tepian dan lembah Sungai Nil.

“Berikutnya naskah lontar, naskah ini menggunakan media daun lontar. Di Masjid Nurussalam, Surabaya terdapat sebuah Al-Quran yang terbuat dari daun lontar. Al-Quran ini memiliki ukuran sekitar 50 cm dan 40 cm dengan tebal sekitar 10 cm,” imbuhnya.

Please follow and like us:

redaksiprabangkara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *