Citus Baskom Dinasti Ming: Hubungan Bilateral dan Makna Sakral dalam Sejarah Pacitan

Citus Baskom Dinasti Ming: Hubungan Bilateral dan Makna Sakral dalam Sejarah Pacitan
SHARE

PRABANGKARANEWS || PACITAN – Pada abad ke-13 Masehi, ketika Kerajaan Wiranti/Kalak di Donorojo, Pacitan, berdiri menggantikan Kerajaan Majapahit, terjalinlah hubungan bilateral yang penting antara dua negara ini. Dalam kerangka hubungan ini, utusan dari Tiongkok datang ke Kerajaan Wiranti (Pacitan) membawa hadiah berupa alat makan, yang dikenal sebagai Citus Baskom atau mangkuk porselen Dinasti Ming.

Mangkuk porselen ini memiliki hiasan rumah gaya Cina daratan yang memikat. Namun, benda ini memiliki makna lebih dari sekadar keindahan. Citus Baskom ini digunakan untuk tujuan yang sangat sakral dalam hubungan antara kedua negara ini. Salah satu fungsi utamanya adalah sebagai alat untuk menguji makanan. Jika terdapat racun dalam makanan, mangkuk ini akan memberikan tanda atau reaksi tertentu yang dapat membantu mencegah keracunan bagi mereka yang akan makan.

Baca Juga  Komjen Listyo Sigit Prabowo Jalni Fit and Proper Test Cakapolri, Didampingi Senior dan Junior Polri

Penting untuk dicatat bahwa benda ini sangat dihormati dan dianggap sakral hingga hari ini. Ini adalah bagian dari warisan sejarah yang berharga dan terus dijaga dengan baik. Mangkuk porselen Dinasti Ming ini mewakili hubungan bilateral yang penting antara Cina dan Pacitan, serta mengandung makna mendalam dalam konteks budaya dan sejarah mereka. (Amat Taufan)