Agoes Hendriyanto; Kampus Mengajar 7 Penugasan SD Negeri 2 Losari dan SD Negeri 1 Klepu, Pacitan

Agoes Hendriyanto; Kampus Mengajar 7 Penugasan SD Negeri 2 Losari dan SD Negeri 1 Klepu, Pacitan
SHARE

A. Kegiatan Dosen Pembimbing Lapangan

A.1. Penugasan Pertama di SD Negeri 2 Losari, Tulakan

Pada penugasan pertama di SD Negeri 2 Losari, Tulakan, kegiatan dosen pembimbing lapangan (DPL) berfokus pada memberikan bimbingan dan pendampingan kepada mahasiswa dalam melaksanakan program Kampus Mengajar 7.

Berikut adalah uraian kegiatan pembimbingan yang dilakukan:

  1. Orientasi dan Pengenalan Sekolah
    • DPL mengadakan sesi orientasi untuk mahasiswa, mengenalkan lingkungan sekolah, serta struktur organisasi sekolah.
    • Mahasiswa diajak untuk ke sekolah penugasan SD Negeri 2 Losari dengan berkenalan dengan guru, siswa, serta lingkungan sekolah untuk memahami fasilitas dan sarana yang ada.
  2. Rencana Pembelajaran
    • DPL membantu mahasiswa dalam merancang rencana aksi kolaborasi (RAK) dengan pihak sekolah dengan menerapkan materi pembekalan dengan kondisi di SD Negeri 2 Losari.
    • Menyediakan feedback konstruktif untuk perbaikan Rencana Aksi Kolaborasi (RAK) yang akan dilaksanakan 4 bulan ke depan
  3. Metode Pengajaran:
    • Memberikana arahan melalui asistensi secara daring dengan mahasiswa dalam menerapkan metode pengajaran yang interaktif dan inovatif untuk meningkatkan pemahaman siswa.
  4. Pendampingan Personal
    • Melakukan sesi mentoring individual untuk membahas kesulitan yang dihadapi mahasiswa.
    • Memberikan dukungan moral dan profesional agar mahasiswa merasa lebih percaya diri dalam mengajar.
  5. Evaluasi dan Refleksi
    • Mengadakan sesi evaluasi bersama mahasiswa untuk menilai perkembangan dan keberhasilan program.
    • Mendorong mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap pengalaman mengajar mereka.
  1. Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler

o   Membantu mahasiswa dalam merancang dan mengelola kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mendukung pembelajaran.

o   Menyediakan panduan untuk pelaksanaan kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif siswa.

  1. Final Assessment

o   Mengadakan penilaian akhir untuk mengevaluasi keseluruhan kinerja mahasiswa selama program Kampus Mengajar 7.

o   Menyusun laporan akhir yang mencakup pencapaian, tantangan, dan rekomendasi untuk program mendatang.

 

A.2. Penugasan Kedua di SD Negeri 1 Klepu, Sudimoro

Pada penugasan kedua di SD Negeri 1 Klepu, Sudimoro, kegiatan pembimbingan dilanjutkan dengan fokus yang lebih mendalam pada aspek-aspek tertentu yang memerlukan perhatian khusus. Berikut uraian kegiatannya:

  1. Orientasi dan Pengenalan Sekolah
    • DPL mengadakan sesi orientasi untuk mahasiswa, mengenalkan lingkungan sekolah, serta struktur organisasi sekolah.
    • Mahasiswa diajak untuk ke sekolah penugasan SD Negeri 1 Klepu, dengan berkenalan dengan guru, siswa, serta lingkungan sekolah untuk memahami fasilitas dan sarana yang ada.
  1. Rencana Pembelajaran:
    • DPL membantu mahasiswa dalam merancang rencana aksi kolaborasi (RAK) dengan pihak sekolah dengan menerapkan materi pembekalan dengan kondisi di SD Negeri 1 Klepu.
    • Menyediakan feedback konstruktif untuk perbaikan Rencana Aksi Kolaborasi (RAK) yang akan dilaksanakan 4 bulan ke depan
  2. Metode Pengajaran:
    • Memberikana arahan melalui asistensi secara daring dengan mahasiswa dalam menerapkan metode pengajaran yang interaktif dan inovatif untuk meningkatkan pemahaman siswa.
  3. Pendampingan Personal:
    • Melakukan sesi mentoring individual untuk membahas kesulitan yang dihadapi mahasiswa.
    • Memberikan dukungan moral dan profesional agar mahasiswa merasa lebih percaya diri dalam mengajar.
  4. Evaluasi dan Refleksi:
    • Mengadakan sesi evaluasi bersama mahasiswa untuk menilai perkembangan dan keberhasilan program.
    • Mendorong mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap pengalaman mengajar mereka.
  1. Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler
    • Membantu mahasiswa dalam merancang dan mengelola kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mendukung pembelajaran.
    • Menyediakan panduan untuk pelaksanaan kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif siswa.
  1. Final Assessment:
    • Mengadakan penilaian akhir untuk mengevaluasi keseluruhan kinerja mahasiswa selama program Kampus Mengajar 7.
    • Menyusun laporan akhir yang mencakup pencapaian, tantangan, dan rekomendasi untuk program mendatang.

Kegiatan dosen pembimbing lapangan di kedua penugasan ini memainkan peran krusial dalam memastikan mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang signifikan melalui program Kampus Mengajar 7. Dengan bimbingan yang tepat, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan mengajar mereka, mengatasi tantangan yang dihadapi, dan memberikan dampak positif bagi siswa di SD Negeri 2 Losari dan SD Negeri 1 Klepu.

B. Mitra yang Terlibat dalam Penugasan Program Kampus Mengajar

B.1. Penugasan Pertama di SD Negeri 2 Losari, Tulakan

Mitra Terlibat dan Bentuk Kolaborasi

  1. Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan:
    • Bentuk Kolaborasi:
      • Menyediakan dukungan administratif dan regulasi yang diperlukan untuk pelaksanaan program Kampus Mengajar.
      • Memfasilitasi koordinasi antara sekolah dan universitas serta memberikan arahan mengenai prioritas pendidikan di daerah.
      • Mengadakan pertemuan rutin dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) dan kepala sekolah untuk mengevaluasi kemajuan program.
  2. Kepala Sekolah SD Negeri 2 Losari:
    • Bentuk Kolaborasi:
      • Menyambut dan mendukung mahasiswa mengajar dengan memberikan akses penuh ke fasilitas sekolah.
      • Membantu dalam penentuan jadwal kegiatan mengajar dan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh mahasiswa.
      • Mengawasi dan memastikan pelaksanaan program sesuai dengan tujuan dan kebijakan sekolah.
  3. Guru Pamong:
    • Bentuk Kolaborasi:
      • Bertindak sebagai mentor bagi mahasiswa dengan memberikan bimbingan praktis dalam pengajaran.
      • Memberikan umpan balik harian mengenai kinerja mahasiswa dalam kelas.
      • Membantu mahasiswa dalam menyusun rencana pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
  4. Koordinator Perguruan Tinggi (PT):
    • Bentuk Kolaborasi:
      • Memfasilitasi komunikasi antara universitas dan sekolah-sekolah mitra.
      • Mengkoordinasikan logistik dan kebutuhan operasional mahasiswa di lapangan.
      • Mengadakan sesi pelatihan dan briefing untuk mahasiswa sebelum dan selama program berlangsung.
  5. Masyarakat dan Orang Tua Murid:
    • Bentuk Kolaborasi:
      • Mendukung kegiatan program dengan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah yang melibatkan mahasiswa.
      • Memberikan umpan balik mengenai dampak program terhadap anak-anak mereka.
      • Terlibat dalam kegiatan sosial dan edukatif yang diorganisir oleh mahasiswa.

B.2. Penugasan Kedua di SD Negeri 1 Klepu, Sudimoro

Mitra Terlibat dan Bentuk Kolaborasi

  1. Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan:
    • Bentuk Kolaborasi:
      • Melanjutkan dukungan administratif dan mengadakan evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan lancar.
      • Memberikan masukan strategis terkait kebijakan pendidikan lokal yang dapat diintegrasikan dalam kegiatan mengajar.
  2. Kepala Sekolah SD Negeri 1 Klepu:
    • Bentuk Kolaborasi:
      • Menyediakan lingkungan yang kondusif bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan program mengajar.
      • Mengatur pertemuan dengan guru-guru untuk membahas peran mahasiswa dalam kegiatan sekolah.
      • Mengawasi pelaksanaan program dan memastikan keterlibatan aktif dari seluruh pihak sekolah.
  3. Guru Pamong:
    • Bentuk Kolaborasi:
      • Memberikan pendampingan intensif kepada mahasiswa dalam pelaksanaan tugas mengajar dan kegiatan ekstrakurikuler.
      • Menyediakan sesi refleksi mingguan untuk mendiskusikan perkembangan dan tantangan yang dihadapi mahasiswa.
      • Membantu mahasiswa dalam menyesuaikan metode pengajaran dengan karakteristik siswa di SD Negeri 1 Klepu.
  4. Koordinator Perguruan Tinggi (PT):
    • Bentuk Kolaborasi:
      • Menyediakan dukungan logistik dan material pembelajaran yang diperlukan oleh mahasiswa.
      • Mengadakan sesi monitoring dan evaluasi berkala dengan DPL dan mahasiswa untuk menilai progres dan memberikan masukan.
      • Mengkoordinasikan dukungan teknis dan psikologis bagi mahasiswa yang menghadapi kesulitan di lapangan.
  5. Masyarakat dan Orang Tua Murid:
    • Bentuk Kolaborasi:
      • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah yang diselenggarakan oleh mahasiswa.
      • Menyediakan dukungan moral dan logistik bagi mahasiswa, seperti tempat tinggal dan makanan.
      • Mengadakan pertemuan rutin dengan DPL dan kepala sekolah untuk memberikan masukan dan umpan balik mengenai program.
Baca Juga  KM 4 SD Negeri 4 Sempu, Kesabaran Modal Penting Menjadi Guru

Kolaborasi antara berbagai mitra, termasuk Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru pamong, koordinator perguruan tinggi, dan masyarakat, sangat penting dalam pelaksanaan Kampus Mengajar 7. Setiap pihak berkontribusi dengan perannya masing-masing, memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan bimbingan yang komprehensif dan lingkungan yang mendukung untuk melaksanakan tugas mengajar mereka.

Hasilnya, program ini tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pendidikan di SD Negeri 2 Losari dan SD Negeri 1 Klepu.

C. Deskripsi Kegiatan Mahasiswa dalam Penugasan Program Kampus Mengajar

C.1. Penugasan Pertama di SD Negeri 2 Losari, Tulakan

Penugasan di SD Negeri 2 Losari,  Tulakan  dibagi program kelompom dan individu sebagai berikut:

Program Kelompok SD Negeri 2 Losari

  1. Pojok Baca
  2. Movie Culture education
  3. Pendamping pembelajaran literasi
  4. Pelatihan pembuatan poster menggunakan canva
  5. Pembelajaran menggunakan media ular tangga
  6. Praktik pembelajaran bangun rumah menggunakan stick eskrim
  7. Praktik pembelajaran bangun ruang 3D
  8. Waktu Indonesia Teknologi
  9. Florasiasi sekolah
  10. Halal bihalal dan kampanye bekal

Program individu di sekolah penugasan SD Negeri 2 Losari

  1. Menonton film sejarah RA. Kartini
  2. Praktik pembelajaran matematika menggunakan Didax
  3. Praktik pembelajaran matematika menggunakan geogrbra
  4. Lomba poster.

Program Kampus Mengajar 7 di SD Negeri 2 Losari, Tulakan, mencakup berbagai aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas pendidikan, kepala sekolah, guru pamong, dan masyarakat, program ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan mendukung perkembangan holistik siswa. Kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan mitra terkait memastikan bahwa tujuan pendidikan dapat tercapai dengan efektif dan berkelanjutan.

C.1.1. Tantangan

  1. Rendahnya Minat Baca Siswa:
    • Banyak siswa kurang tertarik untuk membaca buku, yang berdampak pada kemampuan literasi mereka.
  2. Keterbatasan Akses ke Teknologi:
    • Sebagian besar siswa tidak memiliki akses yang memadai ke perangkat teknologi dan internet untuk mendukung pembelajaran mereka.
  3. Kurangnya Kreativitas dalam Metode Pembelajaran:
    • Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensional, sehingga kurang menarik bagi siswa.
  4. Keterbatasan Sarana dan Prasarana:
    • Sekolah memiliki keterbatasan dalam hal fasilitas dan alat bantu pembelajaran, seperti bahan untuk praktik dan media pembelajaran interaktif.
  5. Kurangnya Keterlibatan Orang Tua:
    • Banyak orang tua kurang terlibat dalam proses pendidikan anak-anak mereka, sehingga dukungan dari rumah minim.
  6. Masalah Disiplin dan Motivasi Siswa:
    • Beberapa siswa menunjukkan masalah disiplin dan kurangnya motivasi dalam belajar.

C.1.2. Solusi yang Ditawarkan

  1. Pojok Baca:
    • Membuat sudut baca yang nyaman dan menarik di kelas untuk meningkatkan minat baca siswa. Mahasiswa mengadakan kegiatan membaca bersama dan memberikan buku-buku menarik yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.
  2. Pelatihan Dasar Teknologi:
    • Mengadakan pelatihan dasar teknologi bagi siswa, seperti penggunaan komputer dan internet secara aman. Mahasiswa memberikan tutorial penggunaan perangkat lunak pendidikan dan aplikasi pembelajaran.
  3. Metode Pembelajaran Interaktif:
    • Menggunakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kreatif, seperti media ular tangga untuk pembelajaran, praktik bangun rumah dengan stick es krim, dan pembelajaran bangun ruang 3D. Ini membantu membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami.
  4. Optimalisasi Fasilitas yang Ada:
    • Mahasiswa membantu memaksimalkan penggunaan fasilitas yang ada dan mencari solusi kreatif untuk keterbatasan sarana, seperti membuat alat bantu pembelajaran dari bahan-bahan sederhana dan mudah didapat.
  5. Peningkatan Keterlibatan Orang Tua:
    • Mengadakan pertemuan rutin dengan orang tua untuk menginformasikan perkembangan belajar anak dan mengajak mereka lebih terlibat dalam proses pendidikan. Mahasiswa juga memberikan penyuluhan tentang pentingnya dukungan orang tua di rumah.
  6. Program Motivasi dan Disiplin:
    • Melakukan kegiatan yang meningkatkan motivasi dan disiplin siswa, seperti lomba poster, kampanye bekal sehat, dan kegiatan-kegiatan yang melibatkan kerjasama kelompok. Mahasiswa juga memberikan penghargaan bagi siswa yang menunjukkan perbaikan dalam disiplin dan motivasi belajar.
  7. Pendampingan Belajar:
    • Mahasiswa memberikan pendampingan belajar secara individual dan kelompok untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam mata pelajaran tertentu. Program pendamping pembelajaran literasi dan pelatihan pembuatan poster menggunakan Canva juga mendukung peningkatan keterampilan siswa.

Dengan solusi-solusi ini, mahasiswa berupaya untuk mengatasi tantangan yang ada di SD Negeri 2 Losari, Tulakan, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan menyenangkan bagi siswa.

C.2. Penugasan Kedua di SD Negeri 1 Klepu, Sudimoro

Program kelompok di SD Negeri 2 Klepu, Tulakan, mencakup berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan minat baca, kreativitas, dan keterampilan literasi siswa. Salah satu programnya adalah “Pojok Baca” yang menyediakan sudut baca nyaman dan menarik, serta “Movie Culture Education” yang memperkenalkan siswa pada film-film edukatif. Program pendamping pembelajaran literasi juga dijalankan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Selain itu, pelatihan pembuatan poster menggunakan Canva, pembelajaran menggunakan media ular tangga, praktik pembelajaran bangun rumah dengan stik es krim, dan pembelajaran bangun ruang 3D menjadi metode kreatif untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menarik.

Program lain yang diadakan melibatkan teknologi dan lingkungan. “Waktu Indonesia Teknologi” bertujuan memperkenalkan dan melatih siswa dalam menggunakan perangkat teknologi dasar yang relevan dengan pembelajaran mereka. Program “Florasiasi Sekolah” mendorong siswa untuk menanam dan merawat tanaman di lingkungan sekolah, sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih asri dan sehat. Di samping itu, kegiatan “Halal Bihalal dan Kampanye Bekal” dilaksanakan untuk mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, keagamaan, dan pola hidup sehat dengan membawa bekal dari rumah.

Program individu juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar secara personal. Siswa diajak menonton film sejarah RA. Kartini untuk memperluas wawasan tentang tokoh pahlawan nasional. Praktik pembelajaran matematika menggunakan Didax dan GeoGebra membantu siswa memahami konsep matematika melalui alat bantu yang interaktif dan visual. Selain itu, lomba poster diadakan untuk memacu kreativitas siswa dalam mengekspresikan ide-ide mereka melalui seni. Semua program ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menarik bagi siswa di  SD Negeri 2 Klepu, Tulakan.

Baca Juga  Sambut Personil Baru Kodim 0311/Pessel Gelar Tradisi Masuk Satuan

C.2.1. Tantangan

  1. Rendahnya motivasi siswa, untuk mendapatkan ilmu di kelas.  Siswa mempunyai kecenderungan untuk bermain.  Sehingga waktu paling lama 15 menit,  setiap materi selanjutnya di dalam kelas akan bermain.
  2. Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya minat baca di kalangan siswa. Banyak siswa yang kurang tertarik untuk membaca buku di luar jam pelajaran, yang menghambat perkembangan literasi mereka.
  3. Keterbatasan akses teknologi, terutama pada alat dan wifi. Sebagian besar siswa memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi dan perangkat pembelajaran digital, yang menjadi kendala dalam penerapan program-program berbasis teknologi.
  4. Kreativitas dan motivasi siswa siswa kurang terlibat secara aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini bisa disebabkan oleh metode pengajaran konvensional yang kurang memicu rasa ingin tahu dan semangat belajar mereka.

C.2.2. Solusi

  1. Pojok baca dan movie culture education, untuk mengatasi rendahnya minat baca, mahasiswa menciptakan “Pojok Baca” yang menarik dan nyaman di sekolah. Mereka juga mengadakan program “Movie Culture Education” yang memperkenalkan film-film edukatif yang relevan dengan pelajaran, sehingga siswa dapat belajar melalui media yang lebih interaktif dan menyenangkan.
  2. Pelatihan dan penggunaan teknologi, dalam rangka meningkatkan akses teknologi, mahasiswa memberikan pelatihan dasar tentang penggunaan perangkat dan aplikasi pendidikan, seperti Canva untuk pembuatan poster dan GeoGebra untuk pembelajaran matematika. Program “Waktu Indonesia Teknologi” juga diperkenalkan untuk membiasakan siswa dengan teknologi yang relevan.
  3. Metode pembelajaran kreatif, untuk meningkatkan kreativitas dan motivasi siswa, program pembelajaran yang lebih interaktif dan praktis diperkenalkan, seperti pembelajaran menggunakan media ular tangga, praktik bangun rumah dengan stik es krim, dan bangun ruang 3D. Selain itu, lomba poster dan kegiatan menonton film sejarah RA. Kartini diadakan untuk merangsang minat dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar.

Dengan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan menerapkan solusi yang inovatif dan praktis, mahasiswa berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan mendukung perkembangan literasi dan kreativitas siswa di  SD Negeri 2 Losari Tulakan dan SD Negeri 1 Klepu Sudimoro.

D. Hambatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Selama PenugasanD.1. Pengalaman dan Kegiatan Pendampingan

Selama melakukan pendampingan di SD Negeri 2 Losari Tulakan dan SD Negeri 1 Klepu Sudimoro, mahasiswa mendapatkan banyak pengalaman berharga terkait dunia pendidikan dasar. Mereka berhasil menerapkan berbagai program kelompok dan individu yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan literasi, teknologi, dan kreativitas siswa. Program-program seperti Pojok Baca, Movie Culture Education, pendampingan literasi, serta pelatihan pembuatan poster menggunakan Canva telah berhasil memperkaya proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Mahasiswa juga melibatkan siswa dalam kegiatan praktik pembelajaran interaktif seperti bangun rumah dengan stik es krim dan bangun ruang 3D, yang berhasil menarik minat dan partisipasi aktif siswa.

D.2. Tantangan yang Dihadapi

Namun, perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya minat baca di kalangan siswa. Banyak siswa yang menunjukkan ketertarikan yang minimal terhadap buku, sehingga sulit untuk memotivasi mereka untuk membaca di luar jam pelajaran. Selain itu, keterbatasan akses terhadap teknologi juga menjadi kendala signifikan. Sebagian besar siswa tidak memiliki perangkat digital yang memadai, yang menghambat pelaksanaan program berbasis teknologi. Kreativitas dan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran juga menjadi tantangan, terutama dalam hal menjaga konsistensi minat dan partisipasi mereka.

D.3. Solusi untuk Mengatasi Tantangan

Untuk mengatasi rendahnya minat baca, mahasiswa menciptakan “Pojok Baca” yang menarik dengan koleksi buku yang bervariasi dan menarik bagi anak-anak. Mereka juga mengadakan sesi “Movie Culture Education” untuk memperkenalkan film-film edukatif yang relevan dengan kurikulum, sehingga siswa dapat belajar melalui media yang lebih interaktif. Untuk mengatasi keterbatasan akses teknologi, mahasiswa memberikan pelatihan dasar penggunaan perangkat dan aplikasi pendidikan di laboratorium komputer sekolah. Program “Waktu Indonesia Teknologi” juga diperkenalkan untuk membiasakan siswa dengan teknologi yang relevan.

D.4. Menghadapi Kurangnya Kreativitas dan Motivasi

Dalam upaya meningkatkan kreativitas dan motivasi siswa, mahasiswa menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Pembelajaran menggunakan media ular tangga, praktik bangun rumah dengan stik es krim, dan bangun ruang 3D, semuanya dirancang untuk memicu minat siswa dan membuat pembelajaran lebih menarik. Kegiatan lomba poster dan menonton film sejarah RA. Kartini juga membantu merangsang minat dan kreativitas siswa, dengan memberikan mereka kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung dan visual.

D.5. Hasil dan Dampak dari Pendampingan

Secara keseluruhan, program pendampingan ini telah membawa dampak positif yang signifikan terhadap proses belajar mengajar di SD Negeri 2 Losari Tulakan dan SD Negeri 1 Klepu Sudimoro. Siswa menunjukkan peningkatan minat dan partisipasi dalam kegiatan literasi dan teknologi, serta lebih termotivasi untuk belajar. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan siswa tetapi juga memberikan mahasiswa wawasan yang lebih dalam mengenai tantangan dan dinamika dunia pendidikan dasar. Melalui solusi yang inovatif dan praktis, mahasiswa berhasil mengatasi berbagai tantangan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan mendukung perkembangan siswa.

E. Evaluasi Terhadap Mahasiswa Bimbingan

 

No. Nama Mahasiswa Hal Baik yang Perlu Dipertahankan Hal yang Perlu Ditingkatkan
1 Anis Putritasari Kolaborasi, kerjasama, serta pembelajaran dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa terutama di sekolah dasar. Perlu upaya agar pembelajaran lebih menyenangkan
2 Devita Arif Hardianti Upaya untuk mengintegrasikan literasi dan numerasi dalam kegiatan sehari-hari harus dipertahankan dan diperluas. Perlu upaya agar pembelajaran lebih menyenangkan
3 Niken Ardella Wahyu Pamungkas Mahasiswa harus terus memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kapasitas guru. Kolaborasi ini harus terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa praktik terbaik dalam pendidikan diteruskan dan diadopsi oleh semua guru.
4 Sindi Widya Arini Terus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah Kolaborasi ini harus terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa praktik terbaik dalam pendidikan diteruskan dan diadopsi oleh semua guru.
5 Siska Nur Rohimah Peningkatan kemampuan untuk literasi Bahasa Inggris di kalangan siswa ekolah Dasar harus terus dipertahankan Perlu upaya agar pembelajaran lebih menyenangkan
6 Aditya Shandi Pratyasmara Terus lanjutkan kegiatan yang positif selama penugasan di KM 7 Perlu lebih disiplin dan kreatif dalam melaksanakan kegiatan.
7 Muhammad Rizqi Al Husaini

 

Terus lanjutkan kegiatan yang positif selama penugasan di KM 7 Perlu lebih disiplin dan tanggungjawab terhadap kegiatan
8 Nega Yahya Pamulang Terus lanjutkan kegiatan yang positif selama penugasan di KM 7 Perlu lebih disiplin dan tanggungjawab terhadap kegiatan
9 Syaiful Anam Terus lanjutkan kegiatan yang positif selama penugasan di KM 7 Kolaborasi ini harus terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa praktik terbaik dalam pendidikan diteruskan dan diadopsi oleh semua guru

 

F. Cerita Baik Saat Penugasan Dosen Pembimbing Lapangan

F.1. Menemukan Potensi Siswa Melalui Pojok Baca

Selama penugasan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan di SD Negeri 2 Losari, Tulakan, ada banyak momen berharga yang menunjukkan perkembangan positif siswa. Salah satunya adalah saat menginisiasi program “Pojok Baca”. Kami melihat betapa antusiasnya siswa saat diperkenalkan dengan berbagai buku bacaan baru. Program ini berhasil menciptakan suasana yang kondusif bagi siswa untuk mengeksplorasi minat bacanya. Satu siswa yang awalnya sangat pendiam dan kurang tertarik dengan kegiatan belajar mengajar, menunjukkan perubahan signifikan setelah menemukan buku cerita yang menarik minatnya. Dia mulai aktif bertanya dan berbagi cerita dengan teman-temannya, menunjukkan betapa pentingnya akses terhadap bahan bacaan yang beragam.

F.2. Kreativitas yang Tumbuh dalam Pelatihan Pembuatan Poster

Program pelatihan pembuatan poster menggunakan Canva juga menjadi cerita sukses selama penugasan. Mahasiswa penugasan di SD Negeri 2 Losari Tulakan dan SD Negeri 1 Klepu Sudimoro Siswa yang awalnya tidak familiar dengan teknologi digital mulai menunjukkan kreativitas mereka setelah diajarkan cara menggunakan aplikasi tersebut. Kami melihat banyak poster kreatif yang dihasilkan, menampilkan beragam tema yang relevan dengan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari mereka. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar tentang teknologi, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan artistik. Keberhasilan ini tidak hanya menginspirasi siswa, tetapi juga memberikan kebanggaan bagi guru-guru di sekolah.

F.3. Pembelajaran Interaktif yang Meningkatkan Partisipasi

Penggunaan media ular tangga dan praktik bangun rumah dengan stik es krim dalam pembelajaran juga memberikan hasil yang menggembirakan. Metode pembelajaran yang interaktif ini mampu menarik perhatian siswa dan membuat mereka lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah saat siswa dengan semangat berkolaborasi membangun model rumah menggunakan stik es krim. Aktivitas ini tidak hanya mengajarkan konsep bangun ruang, tetapi juga mengajarkan kerja sama tim dan keterampilan problem-solving. Melihat siswa yang biasanya pasif menjadi aktif dan bersemangat dalam kegiatan ini merupakan salah satu momen paling memuaskan selama penugasan.

F.4. Dukungan dan Kolaborasi dari Semua Pihak

Keberhasilan program-program ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi semua pihak yang terlibat. Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru pamong, dan koordinator PT semuanya memainkan peran penting dalam mendukung implementasi program-program tersebut. Dengan kerjasama yang solid, berbagai tantangan yang muncul dapat diatasi dengan baik. Pengalaman ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal dan mendukung perkembangan siswa. Seluruh tim berhasil menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan di sekolah, memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya dan beragam bagi para siswa.

G. Kesimpulan dan Saran

G.1. Kesimpulan

Selama penugasan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan di diharapkan SD Negeri 2 Losari Tulakan dan SD Negeri 1 Klepu Sudimoro, terdapat banyak hal positif yang dapat disimpulkan dari program-program yang diimplementasikan. Program “Pojok Baca” berhasil meningkatkan minat baca dan partisipasi siswa, sementara pelatihan pembuatan poster menggunakan Canva mengembangkan keterampilan teknologi dan kreativitas mereka. Pembelajaran interaktif dengan media ular tangga dan praktik bangun rumah dari stik es krim menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kolaboratif. Dukungan dan kerjasama dari semua pihak, termasuk Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru pamong, dan koordinator PT, sangat penting dalam kesuksesan program-program ini. Secara keseluruhan, pengalaman ini menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dan kolaboratif dalam pendidikan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan siswa.

G.2. Saran

  1. Pengembangan lebih lanjut program pojok baca, keberhasilan program ini dalam meningkatkan minat baca siswa, disarankan untuk memperluas koleksi buku dan memperkenalkan program membaca terpandu untuk lebih mendalami materi bacaan.
  2. Integrasi teknologi dalam pembelajaran, dalam rangka untuk pelatihan pembuatan poster menggunakan Canva menunjukkan bahwa siswa tertarik dengan pembelajaran berbasis teknologi. Sekolah dapat mempertimbangkan untuk mengintegrasikan lebih banyak teknologi dalam kurikulum untuk meningkatkan keterampilan digital siswa.
  3. Pembelajaran dengan media ular tangga dan proyek bangun rumah dari stik es krim sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa. Disarankan agar sekolah terus mengadopsi metode pembelajaran interaktif untuk membuat proses belajar lebih menarik dan menyenangkan.
  4. Kerjasama berkelanjutan dengan pemangku kepentingan, antara Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan guru pamong sangat penting. Oleh karena itu, kerjasama ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui komunikasi yang lebih intensif dan perencanaan program yang kolaboratif.
  5. Peningkatan sarana dan prasarana, dengan senantiasa kreatif dalam mencari terobosan pendanaan. Hal tersebut bertujuan untuk mendukung program-program inovatif, sekolah perlu memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Ini termasuk perangkat teknologi, bahan bacaan, dan alat peraga untuk pembelajaran interaktif.
  6. Dengan mengadopsi saran-saran ini, diharapkan SD Negeri 2 Losari dan SD Negeri 1 Klepu dapat terus memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan, yang mampu mengembangkan potensi siswa secara maksimal dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Lampiran