Belajar Hidup Bersama Masyarakat, 304 Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Jalani KKN 2026

Belajar Hidup Bersama Masyarakat, 304 Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Jalani KKN 2026
Belajar Hidup Bersama Masyarakat, 304 Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Jalani KKN 2026
SHARE

PRABANGKARANEWS, PACITAN – Sebanyak 304 mahasiswa STKIP PGRI Pacitan resmi diterjunkan ke 24 desa di 12 kecamatan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-38 Tahun Akademik 2025/2026. Program pengabdian masyarakat ini mengusung fokus pada penguatan budaya lokal dan peningkatan kesehatan masyarakat desa.

Kegiatan KKN dimulai pada Senin (2/2/2026) dan akan berlangsung selama enam minggu hingga pertengahan Maret. Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Berbasis Budaya Lokal dan Edukasi Kesehatan Berkelanjutan”, mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat desa.

Ketua Panitia KKN STKIP PGRI Pacitan, Sugiyono, menegaskan bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

“KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan proses belajar hidup dan tumbuh bersama masyarakat,” ujar Sugiyono.

Mahasiswa peserta KKN berasal dari tujuh program studi, yakni Pendidikan Matematika, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Informatika, dan PGSD. Setiap kelompok terdiri atas 11–14 mahasiswa yang ditempatkan secara proporsional sesuai kebutuhan desa dan wajib tinggal penuh di lokasi KKN.

Baca Juga  [REPOSTASE] Pantai Klayar Pacitan, Jawa Timur

Menurut Sugiyono, pola tinggal bersama warga menjadi sarana efektif membangun empati dan kepekaan sosial mahasiswa.

“Dengan hidup bersama masyarakat, mahasiswa belajar memahami realitas sosial secara langsung,” imbuhnya.

Sebanyak 24 desa di Kecamatan Donorojo, Punung, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Sudimoro, Tulakan, Tegalombo, Pringkuku, Arjosari, Bandar, dan Pacitan menjadi lokasi pelaksanaan KKN.

Selama pengabdian, mahasiswa diwajibkan menyusun program kerja individu dan kelompok. Program individu disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing, mulai dari pendampingan belajar, edukasi kesehatan, pengembangan UMKM, hingga inovasi teknologi desa. Sementara itu, program kelompok difokuskan pada empat bidang utama, yaitu pelestarian budaya, pembelajaran berbasis budaya, pengembangan produk UMKM, dan edukasi kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Pacitan Mulai Uji Coba Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka, di Tiga Sekolah

Di sektor budaya, mahasiswa melakukan pendataan dan dokumentasi tradisi serta kesenian lokal. Sementara di bidang kesehatan, kegiatan meliputi Posbindu, pemeriksaan kesehatan dasar, konseling gizi, hingga edukasi kebersihan dan lingkungan. Seluruh kegiatan KKN didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.

Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, menegaskan bahwa KKN merupakan wahana strategis pembelajaran sosial bagi mahasiswa sekaligus implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Tema KKN bukan sekadar slogan, tetapi dirancang untuk membentuk karakter mahasiswa agar peka, peduli, dan solutif,” ujarnya.

Bakti juga mengingatkan agar KKN tidak dijalani sebagai rutinitas formal belaka.

“Jangan sekadar menggugurkan kewajiban. KKN adalah ruang belajar memahami persoalan nyata masyarakat,” tegasnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat desa, pemerintah desa, serta Pemerintah Kabupaten Pacitan atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa STKIP PGRI Pacitan.

“Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga dan KKN mampu memberi kontribusi nyata bagi pendidikan, budaya, ekonomi, dan kesehatan masyarakat desa,” pungkasnya.