KAFIB UNS Dorong Kehadiran Menteri Kebudayaan di Gelar Budaya Dies Natalis ke-50 UNS
PRABANGKARANEWS, JAKARTA – Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (KAFIB UNS) mendorong kehadiran Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dalam agenda Gelar Budaya dan Karya Anak Bangsa, yang akan digelar di Kampus UNS pada 26 Maret 2026. Kegiatan tersebut merupakan puncak rangkaian Dies Natalis ke-50 Universitas Sebelas Maret.
Dorongan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara jajaran KAFIB UNS dengan Kementerian Kebudayaan RI yang berlangsung pada Selasa, 4 Februari 2025, bertempat di Ruang Dewi Saraswati, Gedung B Lantai 4 Kementerian Kebudayaan RI.
Dalam pertemuan itu, KAFIB UNS diwakili oleh Ketua KAFIB UNS Kandar, anggota Dewan Pembina Agus HK, serta jajaran pengurus lainnya, Agung Ismawarno dan Nia Basuki. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, didampingi Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana serta Kasubdit Pemberdayaan Nilai Budaya Bobby Fernandes.
Agenda utama pertemuan adalah menyampaikan rencana penyelenggaraan Gelar Budaya dan Karya Anak Bangsa sekaligus upaya menghadirkan Menteri Kebudayaan RI dalam kegiatan tersebut. KAFIB UNS menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Menteri Kebudayaan terhadap pelestarian dan pemajuan kebudayaan Indonesia, yang dinilai berperan penting dalam pembangunan peradaban bangsa di tingkat global.
Dalam pembahasan tersebut juga disampaikan bahwa surat permohonan resmi kepada Menteri Kebudayaan RI telah disampaikan melalui Tata Usaha Kementerian. Meski demikian, pihak Kementerian menegaskan bahwa keputusan kehadiran sepenuhnya berada di tangan Menteri, mengingat padatnya agenda kenegaraan.
Gelar Budaya dan Karya Anak Bangsa dirancang sebagai kegiatan utama Dies Natalis ke-50 UNS dengan mengusung tema “Merajut Pelangi Budaya Nusantara.” Acara ini akan dirangkai dengan temu alumni Fakultas Ilmu Budaya UNS lintas angkatan, yang diperkirakan dihadiri sekitar 1.000 alumni.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini diharapkan menjadi media edukasi publik, ruang apresiasi warisan budaya, serta etalase kreativitas dan kemandirian ekonomi alumni melalui pameran budaya dan produk UMKM.
Kementerian Kebudayaan RI menyambut positif inisiatif KAFIB UNS dan memberikan sejumlah masukan strategis, antara lain pentingnya pelibatan kearifan lokal dalam penyelenggaraan acara, baik melalui pengisian gerai pameran maupun pemanfaatan venue. Keterlibatan museum-museum di kawasan Solo Raya, seperti Museum Sangiran, Museum Ronggowarsito, dan Museum Mangkunegaran, dinilai mampu menambah kekuatan narasi dan daya tarik kegiatan.

Selain itu, Kementerian mendorong pengembangan konten acara melalui pameran perjalanan 50 tahun Universitas Sebelas Maret, sejak berdiri hingga kiprahnya dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan nasional. Keberadaan kajian Javanologi di UNS juga dipandang sebagai kekuatan akademik dan kultural yang dapat mempertegas karakter Gelar Budaya.
Pemberdayaan UMKM lokal, baik dari masyarakat Solo dan sekitarnya maupun dari alumni Fakultas Ilmu Budaya UNS, turut menjadi perhatian penting dalam perancangan kegiatan.
Menutup pertemuan, kedua pihak sepakat bahwa koordinasi yang terstruktur dan berkelanjutan masih sangat dibutuhkan guna menggalang dukungan para pemangku kepentingan. Proses persiapan ini dipandang sebagai kerja maraton yang akan semakin intens menjelang pelaksanaan acara, terlebih karena bertepatan dengan bulan Ramadan 2026.
Komitmen KAFIB UNS tersebut menjadi wujud nyata ikhtiar alumni dalam mempererat persatuan lintas generasi, sekaligus mendorong kolaborasi aktif antara alumni dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNS demi penguatan peran kebudayaan di ruang publik. (Humas-KAFIB UNS)
