Luaran Program Indonesiana 2025 Didiseminasikan, Buku Ensiklopedia Pacitan Misteri IV: Torehan Peradaban Pacitanian Jadi Cendera Mata pada Gelar Peralatan BPBD Jawa Timur
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Buku Ensiklopedia Misteri Jilid IV: Torehan Peradaban Pacitanian kembali menjadi media diseminasi pengetahuan budaya dan sejarah Pacitan. Karya yang merupakan salah satu luaran Program Indonesiana 2025 (Agoes Hendriyanto–32255) tersebut diserahkan sebagai cendera mata kepada sejumlah tokoh dalam kegiatan Gelar Peralatan BPBD Provinsi Jawa Timur di kawasan Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Selasa (21/7/2026).
Cendera mata buku disampaikan kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jember, Dr. Edy Budi Susilo, Drs. Prayitno dari Kota Malang, serta Sekretaris BPBD Kabupaten Jember, Drs. Yahya. Penyerahan berlangsung di sela-sela kegiatan yang diikuti berbagai unsur kebencanaan se-Jawa Timur dan akan berlangsung selama empat hari.
Buku tersebut merupakan karya kolaborasi Dr. Agoes Hendriyanto, akademisi, jurnalis, dan budayawan, bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan. Kehadiran buku tidak hanya sebagai dokumentasi sejarah, tetapi juga menjadi media edukasi yang memperkenalkan jejak peradaban Pacitan kepada berbagai kalangan, termasuk para pemangku kepentingan di bidang kebencanaan.
Menurut Dr. Agoes Hendriyanto, buku Ensiklopedia Misteri Jilid IV: Torehan Peradaban Pacitanian merupakan bagian dari upaya mendokumentasikan kekayaan sosial budaya Pacitan yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi sehingga perlu dilestarikan dalam bentuk karya ilmiah populer.
“Program Indonesiana 2025 menjadi ruang untuk mendokumentasikan sekaligus mendiseminasikan kekayaan budaya Pacitan kepada masyarakat yang lebih luas. Buku ini diharapkan menjadi jembatan literasi budaya yang mampu menghubungkan sejarah masa lalu dengan tantangan kehidupan masa kini,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerbitan buku ini merupakan kelanjutan dari seri Ensiklopedia Pacitan Misteri Jilid I, II, dan III. Ke depan, penyusunan Jilid V juga tengah dipersiapkan sebagai bagian dari kesinambungan pendokumentasian sejarah, budaya, dan peradaban Pacitan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran multidimensional dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai pusat koleksi buku, perpustakaan juga menjadi ruang pembelajaran lintas generasi yang menghubungkan ilmu pengetahuan, sejarah, kebudayaan, hingga mitigasi bencana.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, budayawan, jurnalis, dan berbagai lembaga merupakan wujud nyata penguatan literasi berbasis inklusi sosial. Melalui pendekatan tersebut, perpustakaan diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Momentum kegiatan bersama BPBD Provinsi Jawa Timur juga dimanfaatkan sebagai media memperkuat literasi kebencanaan. Pacitan yang dikenal sebagai wilayah dengan potensi bencana geologi, hidrometeorologi, dan pesisir dinilai memerlukan penguatan edukasi berbasis sejarah, pengalaman lokal, serta pengetahuan ilmiah agar masyarakat semakin tangguh menghadapi berbagai risiko bencana.
Kolaborasi penulisan bersama Amat Taufan juga menjadi bagian dari pengembangan karya berikutnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru dalam mendokumentasikan sejarah, budaya, dan dinamika masyarakat Pacitan melalui gaya penulisan yang khas dan mudah dipahami publik.
Melalui diseminasi luaran Program Indonesiana 2025, Ensiklopedia Misteri Jilid IV: Torehan Peradaban Pacitanian diharapkan semakin memperluas jangkauan literasi budaya, memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan leluhur, sekaligus menegaskan peran perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan yang berkontribusi mewujudkan masyarakat Pacitan yang cerdas, berbudaya, tangguh, sejahtera, dan bahagia.
