455 Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Resmi Diyudisium, Bakti Sutopo: Berkaryalah, Jangan Lupakan Almamater!
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Babak baru kehidupan akademik resmi dimulai. Sebanyak 455 mahasiswa STKIP PGRI Pacitan mengikuti prosesi yudisium secara luring dan daring, Kamis (27/8/2026). Salah satu momen penuh kebanggaan datang dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yang kini resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.).
Prosesi yudisium berlangsung secara simbolis di Student Hall STKIP PGRI Pacitan. Bagi para mahasiswa, yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda berakhirnya perjalanan panjang sebagai mahasiswa sekaligus pintu masuk menuju dunia pengabdian, profesi, dan kehidupan yang sesungguhnya.

Kebahagiaan semakin terasa ketika sekitar 30-an lulusan PBSI bersama para dosen melanjutkan kegiatan dengan acara syukuran. Suasana penuh keakraban dan haru mewarnai pertemuan tersebut. Senyum para lulusan menjadi gambaran bahwa perjuangan panjang menyelesaikan pendidikan akhirnya membuahkan hasil.
Ketua STKIP PGRI Pacitan sekaligus dosen PBSI, Bakti Sutopo, M.A., memberikan pesan yang sarat motivasi kepada para lulusan. Ia mendorong alumni untuk terus berkarya dan mengabdikan ilmu di mana pun mereka berada.
Pesan Bakti tidak berhenti pada ajakan untuk meraih kesuksesan pribadi. Para lulusan juga diingatkan agar tidak melupakan kampus yang telah menjadi tempat mereka menimba ilmu.
“Berkaryalah di mana pun berada dan abdikan ilmu yang telah diperoleh. Namun jangan lupa STKIP PGRI Pacitan sebagai almamatermu. Jaga nama baik dan tunjukkan bahwa kalian adalah bagian dari keluarga besar STKIP PGRI Pacitan,” pesan Bakti.
Wejangan juga disampaikan Dr. Sri Pamungkas, Wakil Ketua III sekaligus dosen PBSI. Ia mengingatkan bahwa gelar akademik bukanlah garis akhir, tetapi modal awal untuk menghadapi dunia yang lebih luas. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus diwujudkan dalam karya dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Program Studi PBSI Riza Dwi Tyas Widoyoko, M.Pd., berharap lulusan PBSI angkatan 2022 mampu menjadi generasi yang tidak hanya bangga dengan gelar S.Pd., tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi almamater, Pacitan, bangsa, dan negara.
Menurutnya, keberhasilan lulusan akan menjadi bagian dari wajah PBSI dan STKIP PGRI Pacitan di tengah masyarakat. Karena itu, alumni diharapkan tetap menjaga komunikasi dan ikatan dengan almamater, sekaligus menunjukkan kualitas diri melalui karya dan pengabdian.
“Hari ini kalian membawa gelar. Esok kalian harus membawa karya,” menjadi semangat yang relevan bagi para lulusan. Gelar S.Pd. bukanlah tujuan akhir, melainkan tiket untuk memasuki ruang pengabdian yang jauh lebih luas.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Wakil Ketua I Dr. Hasan Khalawi, dilanjutkan ramah tamah antara dosen dan para lulusan. Momen tersebut menjadi penutup manis perjalanan akademik khususnya Program Studi PBSI sekaligus awal bagi para alumni untuk menapaki jalan masing-masing.
Dari Student Hall menuju dunia nyata. Dari mahasiswa menjadi sarjana. Dari menerima ilmu menjadi mengabdikan ilmu. Para lulusan PBSI kini membawa satu tugas besar: membuktikan bahwa pendidikan yang mereka tempuh mampu melahirkan manusia yang berkarya, berkarakter, dan bermanfaat.
Selamat kepada 455 mahasiswa yang telah diyudisium. Selamat datang di babak baru—saatnya mengubah gelar menjadi karya, ilmu menjadi pengabdian, dan mimpi menjadi kenyataan.
