KKN UNS 62 Kenalkan Biopori di Desa Termas, Solusi Sederhana Kelola Sampah dan Cegah Genangan
PRABANGKARANEWS.COM, GROBOGAN, 18 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 62 mendorong masyarakat Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah organik dan resapan air melalui pemanfaatan Lubang Resapan Biopori (LRB).
Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada Minggu (2/8/2026) tersebut menyasar kepala RT dan RW sebagai penggerak komunitas. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai manfaat biopori, kemudian dilanjutkan survei lokasi dan praktik langsung pembuatan lubang biopori di sejumlah titik lingkungan permukiman.
Mahasiswa KKN UNS 62 bersama kepala RT dan RW membuat lubang menggunakan bor tanah manual. Lubang tersebut kemudian diperkuat dengan pipa paralon berlubang sehingga dapat berfungsi sebagai media resapan air sekaligus tempat pengolahan sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayuran, dan dedaunan.
“Biopori merupakan solusi sederhana, murah, dan aplikatif bagi masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah organik rumah tangga sekaligus meningkatkan resapan air,” demikian simpulan tim KKN UNS 62.
Libatkan RT dan RW
Kegiatan mendapat respons positif dari kepala RT dan RW. Mereka tidak hanya mengikuti sosialisasi, tetapi juga terlibat langsung dalam menentukan lokasi hingga praktik pembuatan lubang biopori.
Pemerintah Desa Termas turut memberikan dukungan melalui perizinan, penyediaan lokasi, koordinasi, dan mobilisasi warga. Sejumlah titik biopori aktif berhasil dibuat di kawasan permukiman kepala RT dan RW.
Pemanfaatan biopori diharapkan mampu mengurangi sampah organik yang berpotensi dibuang sembarangan sekaligus meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air. Langkah tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi genangan yang berpotensi menjadi lingkungan berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.
Program ini sekaligus diarahkan untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.
Hadapi Kendala, Alat Bor Diserahkan ke Warga
Pelaksanaan program tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Kondisi tanah yang berbatu dan padat di beberapa lokasi membuat proses pengeboran berlangsung lebih lambat. Keterbatasan alat serta kesibukan sebagian warga pada jam kerja juga menjadi tantangan dalam pemerataan partisipasi.

Untuk memastikan program tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, mahasiswa KKN UNS 62 menyerahkan satu unit alat bor biopori kepada Kepala RT 03 Desa Termas.
Alat tersebut diharapkan dapat digunakan masyarakat untuk memperbanyak lubang biopori secara mandiri sekaligus merawat fasilitas yang telah dibuat.
Melalui kegiatan tersebut, KKN UNS 62 tidak hanya memperkenalkan teknologi sederhana, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan lingkungan. Kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, serta masyarakat menjadi kunci agar gerakan biopori dapat berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi Desa Termas.
Penulis: Tim KKN UNS 62
Fotografer: Tim KKN UNS 62
