Rapat Teknis Sosialisasi IPLM Se-Kabupaten Pacitan Tahun 2026 Dorong Penguatan Literasi Berbasis Inklusi Sosial
PRABANGKARANEWS.COM, Pacitan – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan menggelar Rapat Teknis Sosialisasi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Se-Kabupaten Pacitan Tahun 2026, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari kerja, Rabu–Kamis, tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pengelolaan perpustakaan desa sekaligus mendorong peningkatan budaya literasi di tengah masyarakat.
Kegiatan diikuti sekitar 80 peserta yang merupakan pengelola perpustakaan desa se-Kabupaten Pacitan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Layanan Perpustakaan beserta jajaran staf perpustakaan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Jakarta atas dukungan bantuan dana DAK Nonfisik yang diberikan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan.
“Atas nama Bupati Pacitan, kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Perpustakaan Nasional Jakarta atas bantuan dana DAK Nonfisik yang diberikan. Dukungan tersebut sangat membantu sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas mengajak seluruh pengelola perpustakaan desa untuk terus membangun kebersamaan dan memperkuat kerja sama dalam mengembangkan gerakan literasi di masyarakat.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan tidak cukup hanya sebagai tempat untuk membaca dan menyimpan koleksi buku. Perpustakaan harus mampu hadir sebagai ruang belajar, berkegiatan, berinovasi, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
“Marilah kita saling bergandeng tangan dan bekerja sama membangun gerakan literasi di masyarakat Pacitan. Tata kelola perpustakaan yang sudah ada di masyarakat perlu terus kita kuatkan agar mampu bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” pesannya.
Melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, perpustakaan diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mampu menjadi ruang pemberdayaan. Dengan demikian, berbagai potensi dan pengetahuan yang diperoleh masyarakat melalui perpustakaan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan.
Ia menegaskan, pembangunan literasi pada akhirnya bukan sekadar meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga bagaimana pengetahuan dapat diterapkan untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat.
“Semoga perpustakaan benar-benar hadir untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa, serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Pacitan yang semakin sejahtera dan bahagia,” pungkasnya.
Rapat teknis sosialisasi IPLM tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pengelola perpustakaan desa mengenai pentingnya pengelolaan perpustakaan yang berkualitas, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, pengelola perpustakaan, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Pacitan.
