RRI Surakarta dan MANASA Ungkap Jejak Peradaban Jawa melalui Penelusuran Manuskrip Kuno
PRABANGKARANEWS.COM, Surakarta (20 Agustus 2026) – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Surakarta bersama Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASA) dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (FIB UNS) mengungkap kekayaan manuskrip kuno Jawa melalui program “Obrolan Komunitas” bertema “Penelusuran Manuskrip Kuno di Tanah Jawa”.
Program dialog budaya tersebut menjadi ruang edukasi publik untuk mengenalkan hasil penelusuran manuskrip di sejumlah wilayah eks-Karesidenan Surakarta, sekaligus membuka kesadaran masyarakat bahwa naskah kuno merupakan sumber pengetahuan yang merekam perjalanan intelektual, sosial, keagamaan, dan budaya masyarakat Jawa.
Kegiatan tersebut akan berlangsung pada Kamis (20/8/2026) pukul 20.00–21.00 WIB dengan menghadirkan narasumber Dr. Asep Yudhawiraja, S.S., M.A., Dosen Fakultas Ilmu Budaya UNS sekaligus Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASA) Surakarta, Totok Yasmiran, S.S. (Pengampu Museum Radyapustaka – Surakarta), Adi Deswijaya, S.S., M.Hum (Dosen UNIVET – Sukoharjo), serta Drs. Y. Suwanto, M.Hum., Dosen FIB UNS yang sekaligus Filolog Jawa.
Diskusi tersebut disiarkan melalui berbagai kanal, yakni Programa 1 RRI Surakarta frekuensi FM 101 MHz, layanan streaming www.rri.co.id, aplikasi RRI Digital, serta YouTube Official RRI Surakarta.
Dalam penelusuran manuskrip yang dilakukan, tim menemukan beragam koleksi naskah yang tersebar di masyarakat dan menunjukkan tingginya tradisi literasi lokal di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
Di Kabupaten Sragen, penelusuran menemukan sejumlah manuskrip yang tersimpan dalam berbagai bentuk koleksi masyarakat, baik koleksi pribadi, paguyuban, maupun komunitas. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan naskah kuno tidak hanya berada di lembaga penyimpanan resmi, tetapi juga masih hidup dan dirawat oleh masyarakat sebagai bagian dari warisan keluarga dan komunitas.
Sementara itu, di Kabupaten Boyolali, khususnya Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, ditemukan ratusan manuskrip dengan beragam tema dan bidang kajian. Naskah-naskah tersebut antara lain berupa teks keagamaan seperti fikih, manasik haji, dan dakwah, serta naskah tentang primbon Jawa.
Selain itu, ditemukan pula naskah pethung-pethung yang memuat perpaduan tulisan Arab dan aksara Jawa. Temuan penting lainnya adalah tiga bendel besar manuskrip yang mendokumentasikan pengetahuan mengenai batik khas Tumang, mulai dari sejarah, pemilihan bahan, teknik dan komposisi pewarnaan alami, desain, motif, hingga strategi pemasaran yang pernah dilakukan oleh masyarakat setempat.
Adapun di Kabupaten Karanganyar, tim menemukan puluhan manuskrip dalam koleksi perseorangan yang memiliki keberagaman aksara dan bahasa. Koleksi tersebut meliputi naskah lontar serta naskah beraksara Jawa, Jawa Kuna, Bali, dan Sanskerta. Selain itu, ditemukan pula naskah yang berkaitan dengan pengetahuan tradisional, seperti pengobatan dan perkerisan.
Ketua MANASA Surakarta Dr. Asep Yudhawiraja, S.S., M.A. mengatakan bahwa hasil penelusuran tersebut memperlihatkan bahwa manuskrip Nusantara masih menyimpan pengetahuan yang sangat luas dan perlu terus dikaji, didokumentasikan, serta diperkenalkan kepada masyarakat.
Menurut dia, manuskrip bukan sekadar benda peninggalan masa lalu, melainkan rekaman pengetahuan masyarakat yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari keagamaan, teknologi tradisional, seni, pengobatan, hingga sistem nilai yang berkembang di tengah masyarakat Jawa.
Filolog Jawa Drs. Y. Suwanto, M.Hum. menambahkan bahwa proses membaca dan memahami manuskrip membutuhkan pendekatan filologi yang cermat, karena setiap naskah memiliki konteks sejarah, bahasa, aksara, dan latar budaya yang berbeda.
“Melalui kajian filologi, teks-teks lama dapat dihidupkan kembali sehingga tidak berhenti sebagai koleksi, tetapi menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat masa kini,” ujarnya.
Kolaborasi antara RRI Surakarta, MANASA, dan FIB UNS menjadi langkah strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan masyarakat luas. Melalui ekosistem penyiaran digital, pengetahuan tentang manuskrip yang selama ini dianggap terbatas pada kalangan tertentu dapat diakses secara lebih terbuka.
Program “Obrolan Komunitas” juga menjadi bagian dari komitmen RRI Surakarta sebagai lembaga penyiaran publik dalam menjaga warisan budaya, memperkuat literasi sejarah, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian manuskrip Nusantara.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut, masyarakat dapat menghubungi narahubung Wiwik Martani melalui nomor 081 393 177 796.
Penulis: A. Yudha. W & Izza Nindya Aulia – Fotografer: Cut Mutiyah Pratiwi
