RSUD dr. Darsono Pacitan Tingkatkan Keamanan Pangan, Pastikan Makanan Pasien Aman dan Higienis
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Menjamin makanan yang dikonsumsi pasien tetap aman, bergizi, dan higienis menjadi bagian penting dalam mendukung proses pelayanan kesehatan di rumah sakit. Karena itu, RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan menyelenggarakan Pelatihan Keamanan Pangan Olahan Siap Saji bagi Jasa Boga Rumah Sakit untuk meningkatkan kompetensi tenaga penyelenggara makanan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan, higiene, dan sanitasi.
Direktur RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, mengatakan pelatihan tersebut memiliki manfaat besar karena makanan yang diberikan kepada pasien merupakan bagian tidak terpisahkan dari pelayanan rumah sakit. Menurutnya, makanan pasien harus dipastikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman dikonsumsi dan diproses sesuai standar kesehatan. “Keamanan makanan menjadi hal yang sangat penting dalam pelayanan pasien. Karena itu, kompetensi tenaga yang mengolah, menyiapkan, hingga menyajikan makanan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni Gelombang I pada Selasa, 11 Agustus 2026, dan Gelombang II pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai III RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan. Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas ahli gizi, pengolah makanan, dan pramusaji yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan makanan bagi pasien rumah sakit.
Beragam materi diberikan untuk memperkuat pemahaman peserta, antara lain kebijakan keamanan pangan, pembersihan dan sanitasi peralatan, cemaran pangan dan penyakit bawaan makanan, tahapan proses produksi pangan siap saji, hingga pemeliharaan lingkungan kerja serta pengendalian vektor pembawa penyakit. Materi tersebut diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam setiap tahapan pengelolaan makanan, mulai dari penerimaan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga makanan sampai kepada pasien.
Melalui pelatihan ini, RSUD dr. Darsono Pacitan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dari berbagai aspek, termasuk penyelenggaraan makanan pasien. Tenaga penyelenggara makanan diharapkan semakin profesional dan kompeten dalam memastikan setiap makanan yang diolah dan disajikan memenuhi prinsip aman, bermutu, higienis, bergizi, dan sesuai persyaratan kesehatan. Dengan demikian, makanan pasien bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi turut menjadi bagian dari pelayanan yang mendukung pemulihan dan keselamatan pasien.
