Tertarik Obyek Wisata Sungai Maron, Pemkot Yogyakarta Belajar Langsung ke Pacitan
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Popularitas Obyek Wisata Sungai Maron di Kabupaten Pacitan semakin menarik perhatian daerah lain. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bahkan datang langsung ke Pacitan untuk mempelajari pengelolaan destinasi wisata yang dikenal dengan julukan “The Amazon of Java” tersebut.
Ketertarikan itu disampaikan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat mengunjungi Obyek Wisata Sungai Maron, Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Rabu (19/8/2026). Bersama rombongan, Hasto melihat secara langsung aktivitas wisata sekaligus berdiskusi dengan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengenai pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat.
“Kami ingin replikasi kegiatan wisata Maron, terutama terkait perahu dan teknologinya,” kata Hasto Wardoyo.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Wali Kota Yogyakarta adalah teknologi perahu yang digunakan untuk mengangkut wisatawan menyusuri Sungai Maron. Perahu tersebut menggunakan sistem mesin yang dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kedalaman air. Teknologi ini dinilai potensial untuk diterapkan pada sejumlah sungai di Kota Yogyakarta yang memiliki karakteristik relatif dangkal.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan, sektor pariwisata menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung perekonomian daerah. Pacitan memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari pantai, sungai, hingga wisata minat khusus yang menawarkan pengalaman berbeda kepada wisatawan.
“Di Pacitan itu wisatanya komplet. Yang terkenal memang pantai dan sungai, tetapi ada juga destinasi wisata minat khusus,” ungkap Bupati.
Sungai Maron sendiri mulai dirintis masyarakat pada 2012 dan resmi beroperasi sebagai destinasi wisata pada 2014. Pengelolaannya dilakukan masyarakat melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat. Model pengelolaan berbasis masyarakat inilah yang menjadi salah satu kekuatan destinasi tersebut.
Saat ini terdapat sekitar 130 perahu wisata yang beroperasi di Sungai Maron. Menariknya, seluruh perahu tersebut merupakan milik warga lokal. Teknologi yang digunakan juga semakin beragam, mulai dari perahu berbahan bakar minyak dan gas hingga perahu dengan teknologi listrik.
Keberhasilan Sungai Maron dalam mengembangkan wisata berbasis masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi lokal menjadi contoh menarik bagi daerah lain. Kunjungan Pemkot Yogyakarta menunjukkan bahwa inovasi pengelolaan wisata Pacitan mulai mendapat perhatian dan berpotensi direplikasi di daerah lain sesuai karakteristik masing-masing.
