Angin Laut Selatan Membawa Semangat Baru, “Sunset to Sunrise” Buka Gerbang Wisata Pacitan Siang hingga Malam
Kegiatan yang digagas Muhamad Rofiqin, pemilik Janenake dan Tamperan Cruiser, berlangsung dalam suasana santai dengan latar suara debur ombak Pantai Pancer Door. Para tamu undangan duduk menghadap laut sambil menikmati sajian minuman tradisional bir plethok. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Lanal, Kasdim, Bank BNI, Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, biro perjalanan, serta sejumlah tamu undangan. Kegiatan dipandu oleh MC Bambang Pidera dan diawali dengan suguhan tari penyambutan.
“Sunset to Sunrise” yang berlangsung 22–23 September 2026 menawarkan pengalaman wisata yang memadukan pesona matahari terbenam dan matahari terbit. Wisatawan diajak menikmati senja di kawasan Pancer Door, kemudian melanjutkan pengalaman wisata hingga pagi hari. Pada Rabu (23/9/2026), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan Tamperan Cruiser menuju kawasan laut Pacitan untuk menikmati suasana matahari terbit dari tengah laut.
Bagi Muhamad Rofiqin, peluncuran tersebut menjadi momentum untuk membuka gerbang baru pariwisata Pacitan. “Sunset to Sunrise” tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga berusaha mengemas pengalaman wisata yang menghubungkan pantai, laut, kuliner, seni budaya, transportasi laut, dan layanan kesehatan dalam satu rangkaian perjalanan.
Yang menarik, pengembangan wisata tersebut mulai diarahkan pada konsep health tourism atau wisata kesehatan. Pada 24 September 2026, Janenake akan menggandeng RS Bethesda Yogyakarta dalam program “Health Tourism On Venue”. Sebelumnya, pada kegiatan launching Selasa sore, hadir sekitar 10 orang dari RS Bethesda Yogyakarta sebagai bagian dari penjajakan dan penguatan kerja sama.

Veronika Susi, Manager Bisnis dan Relasi RS Bethesda Yogyakarta, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Janenake. Menurutnya, Selasa (22/9/2026) menjadi momentum dimulainya secara resmi kerja sama antara RS Bethesda dan Janenake untuk mengembangkan paket wisata yang memadukan perjalanan dengan layanan dan edukasi kesehatan.
“Kami sangat senang dapat melaksanakan kerja sama dengan Janenake. Hari ini secara resmi telah dimulai kerja sama untuk mengembangkan konsep health tourism,” ujar Veronika Susi.
Dalam paket Health Tourism On Venue, sejumlah layanan yang ditawarkan meliputi Yoga on Venue, Health Talk, Paket Jamu Bethesda, mini medical check-up (MCU), immune booster, serta konsultasi telemedicine. Rangkaian kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada pagi hari di kawasan Pelabuhan Tamperan, mulai pukul 06.00 WIB, beriringan dengan pengalaman wisata laut menggunakan Tamperan Cruiser.
Konsep tersebut memberikan warna baru bagi pariwisata Pacitan. Jika selama ini wisatawan datang untuk menikmati pantai, pegunungan, gua, dan kekayaan budaya, melalui konsep ini pengalaman perjalanan mulai dikembangkan dengan memasukkan unsur kesehatan dan kebugaran. Yoga sambil menikmati udara laut, edukasi kesehatan, konsultasi, hingga menikmati produk jamu menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.
Senja semakin turun ketika kegiatan berlangsung. Angin dari laut selatan membawa aroma khas samudra, sementara suara ombak Pancer Door menjadi latar alami perbincangan para tamu. Di antara cahaya lampu dan langit yang perlahan berubah warna, Pacitan seakan memperlihatkan wajah lain: bukan hanya destinasi yang dinikmati pada siang hari, tetapi sebuah ruang wisata yang terus bergerak hingga malam dan menyambut matahari pagi.
Sunset to Sunrise akhirnya bukan sekadar nama sebuah kegiatan. Ia menjadi gagasan untuk memperpanjang pengalaman wisatawan di Pacitan—menikmati matahari terbenam, merasakan hembusan angin laut selatan, bermalam dalam suasana pesisir, kemudian menyambut matahari terbit dari tengah laut Pacitan.
Para menambah kemeriahan suasana, para tamu wisatawan disambut dengan tarian tradisional dari Sanggar Pradnya pimpinan Mbak Rani, yang pada tahun 2026 memperoleh dukungan pendanaan Dana Indonesiana 2026. Gerak tari yang dinamis berpadu dengan suasana Pantai Pancer Door dan hembusan angin laut selatan, menghadirkan kesan hangat sekaligus menunjukkan kekayaan seni budaya Pacitan kepada para wisatawan. Kehadiran para penari menjadi bagian dari pengalaman wisata yang menggabungkan keindahan alam dengan ekspresi budaya lokal.
Selain sajian tari, suasana sore hingga malam semakin hidup dengan penampilan flosobe yang memberikan warna tersendiri dalam rangkaian launching Sunset to Sunrise. Perpaduan seni pertunjukan, musik, sajian kuliner, dan panorama laut membuat acara tidak sekadar menjadi peluncuran paket wisata, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara wisatawan dengan kekayaan budaya Pacitan. Di bawah langit Pancer Door yang perlahan berubah dari warna senja menuju malam, seni dan laut selatan berpadu menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.
Dari Pancer Door, gerbang itu mulai dibuka. Pacitan siang, Pacitan malam, dan Pacitan saat matahari kembali terbit dari ufuk selatan
