Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan Beri Penghargaan STKIP PGRI sebagai Kampus Penggerak Literasi dan Budaya
PRABANGKARANEWS.COM, Pacitan, 9 September 2026 — Komitmen STKIP PGRI Pacitan dalam mengembangkan literasi dan kebudayaan mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian piagam penghargaan kepada STKIP PGRI Pacitan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula STKIP PGRI Pacitan, Rabu (9/9/2026).
Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Ahli Bupati Pacitan, Dr. Djoko, kepada Ketua PPLP PT PGRI Pacitan, Prof. Dr. H. Maryono, M.M., yang hadir mewakili Ketua STKIP PGRI Pacitan Bakti Sutopo yang berhalangan hadir.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi STKIP PGRI Pacitan dalam pengembangan pendidikan, pembentukan karakter, literasi dan kebudayaan, serta penyiapan sumber daya manusia bidang kependidikan.
Dalam sertifikat penghargaan yang diterbitkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan tersebut, STKIP PGRI Pacitan mendapat pengakuan sebagai “Kampus Penggerak Literasi dan Budaya”, dengan semangat penguatan budaya literasi, kreativitas, pelestarian budaya, dan karakter generasi muda. Sertifikat tersebut bernomor 000.4.14/567/408.44/2025 dan diterbitkan pada 31 Desember 2025.
Penyerahan penghargaan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem literasi serta pelestarian kebudayaan di Kabupaten Pacitan.
Kampus Tidak Hanya Mencetak Sarjana
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan berharap STKIP PGRI Pacitan sebagai lembaga pendidikan dapat menjadi “pioner” dalam melahirkan ide-ide brilian untuk menggaungkan branding Kabupaten Pacitan di tingkat nasional maupun internasional. Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam mengembangkan gagasan, inovasi, literasi, dan kebudayaan yang dapat memperkenalkan potensi Pacitan kepada masyarakat luas.
Harapan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar STKIP PGRI Pacitan mampu menunjukkan bahwa letak geografis yang jauh dari ibu kota bukan menjadi hambatan untuk berkontribusi dan dikenal di dunia. “Meskipun Pacitan jauh dari ibu kota, tetapi Pacitan harus mampu mewarnai dunia seisinya,” demikian harapan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan.
Keberadaan STKIP PGRI Pacitan sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan memiliki posisi strategis dalam membangun generasi muda. Kampus tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan karakter, kreativitas, kepedulian terhadap budaya, serta kecintaan terhadap literasi.
Penghargaan sebagai Kampus Penggerak Literasi dan Budaya menjadi dorongan agar berbagai aktivitas akademik dan kemahasiswaan semakin terhubung dengan kekayaan budaya lokal Pacitan.

Literasi dalam konteks tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan masyarakat dan generasi muda dalam memahami lingkungan sosial, sejarah, tradisi, serta kebudayaan yang berkembang di sekitarnya.
Sementara itu, budaya menjadi sumber pengetahuan yang dapat digunakan untuk memperkuat identitas sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi generasi berikutnya.
Bersamaan dengan Diseminasi Budaya
Penyerahan piagam penghargaan tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) I “Diseminasi Luaran dan Dialog Budaya” yang mengangkat tema “Merawat Budaya, Menguatkan Peradaban Pacitan untuk Indonesia”.
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, akademisi, budayawan, komunitas, pegiat literasi, lembaga pendidikan, dan generasi muda untuk membahas berbagai upaya pelestarian serta pengembangan warisan budaya Pacitan.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara literasi, pendidikan, dan kebudayaan. Pengetahuan mengenai budaya lokal tidak cukup hanya disimpan dalam dokumentasi, tetapi perlu disebarluaskan dan diwariskan melalui berbagai ruang, termasuk perguruan tinggi.
Dengan penghargaan tersebut, STKIP PGRI Pacitan diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem literasi dan kebudayaan daerah.
Bagi STKIP PGRI Pacitan, apresiasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan yang memberikan ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengenal, mengkaji, mendokumentasikan, sekaligus melestarikan kebudayaan Pacitan.
Penghargaan tersebut pada akhirnya bukan sekadar simbol apresiasi, tetapi menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjaga pengetahuan, budaya, dan karakter generasi muda agar tetap tumbuh di tengah perubahan zaman.
