Mahasiswa KKN UNS 81 Edukasi Kesehatan Lansia melalui Program LIMAS KALIMACAN
PRABANGKARANEWS.COM, SRAGEN, 18 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 81 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program LIMAS KALIMACAN (Literasi Masyarakat Sehat Kalimacan dan Sosialisasi Ramuan Jamu) di Desa Kalimacan, Kabupaten Sragen, Kamis (13/8/2026).
Program tersebut menjadi langkah nyata mahasiswa KKN UNS 81 dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mengenalkan pemanfaatan bahan alam sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup, khususnya bagi kelompok usia dewasa hingga lanjut usia (lansia).
Penyakit tidak menular seperti hipertensi, dislipidemia atau kolesterol tinggi, serta diabetes melitus masih menjadi persoalan kesehatan yang banyak dialami kelompok lansia. Rendahnya pemahaman mengenai pencegahan penyakit serta penggunaan dan pengelolaan obat secara tepat dapat meningkatkan risiko memburuknya kondisi kesehatan masyarakat.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim KKN UNS 81 menghadirkan edukasi kesehatan yang memadukan pemeriksaan kesehatan, edukasi penggunaan obat modern, serta pengenalan pemanfaatan bahan herbal secara tepat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pencegahan hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes melitus. Mahasiswa kemudian memberikan edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar) untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai pengelolaan obat yang aman di lingkungan keluarga.
Setelah sesi edukasi dan diskusi interaktif, peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, serta kadar kolesterol total.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sekaligus memperoleh informasi awal mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Tidak hanya berfokus pada pengobatan modern, mahasiswa KKN UNS 81 juga mengenalkan pemanfaatan ramuan jamu sebagai bagian dari pendekatan komplementer. Ramuan yang diperkenalkan disusun dengan mengacu pada panduan dan rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah sesi cicip jamu. Dalam sesi tersebut, warga diajak mencoba secara langsung ramuan jamu yang telah dipersiapkan sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai bahan, cara pembuatan, serta penggunaannya.
Antusiasme masyarakat Desa Kalimacan terlihat sepanjang kegiatan. Warga, khususnya kelompok lansia, mengikuti rangkaian acara dengan aktif, mulai dari sosialisasi, pemeriksaan kesehatan, diskusi, hingga sesi cicip jamu.
Dukungan juga disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat yang mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan warga.
“Masyarakat desa ini senang sekali jika ada perhatian terhadap kesehatan, utamanya lansia,” ujar salah seorang Ketua RT Desa Kalimacan di sela-sela kegiatan.
Sebagai penutup, tim KKN UNS 81 membagikan bingkisan serta buku saku edukatif kepada para peserta. Buku tersebut memuat rangkuman materi kesehatan, panduan DAGUSIBU, serta resep dan tata cara pembuatan ramuan jamu komplementer yang diperkenalkan dalam kegiatan.
Pemberian buku saku diharapkan dapat menjadi sarana edukasi berkelanjutan bagi masyarakat sehingga pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti setelah program selesai, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program LIMAS KALIMACAN, mahasiswa KKN UNS Kelompok 81 berharap literasi kesehatan masyarakat Desa Kalimacan, khususnya kelompok lansia, semakin meningkat. Masyarakat juga diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat, memahami penggunaan obat secara tepat, serta memanfaatkan potensi bahan alam secara bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif, preventif, dan pemberdayaan yang dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Penulis: Tim KKN UNS 81
Fotografer: Tim KKN UNS 81
