Purna Tugas Tiga Pegawai, Dinas Perpustakaan Pacitan Lepas dengan Haru dan Kenangan Literasi
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai acara Pelepasan Purna Tugas Karyawan/Karyawati dan Anggota Pengurus Dharma Wanita Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan Tahun 2026, yang digelar di Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Pacitan, Jumat (4/9/2026).
Tiga pegawai yang memasuki masa purna tugas yakni Ibu Agustin, Slamet Riyanto, dan Ibu Lina. Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan selaku pembina Dharma Wanita, Ketua Dharma Wanita beserta anggota, Sekretaris Dinas, para kepala bidang, serta staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas sekaligus Pembina Dharma Wanita menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian, dedikasi, serta dharma bakti yang telah diberikan selama menjalankan tugas. Pengabdian para pegawai yang memasuki masa purna tugas dinilai telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan budaya literasi dan pengelolaan perpustakaan serta kearsipan di Kabupaten Pacitan.
“Terima kasih atas bantuan dan dharma baktinya selama ini. Semoga seluruh pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan dalam kehidupan berikutnya,” ungkapnya.
Rasa haru juga disampaikan Ibu Agustin, yang mewakili pegawai yang purna tugas. Mantan Kabid Pelayanan tersebut mengaku bersyukur pernah menjadi bagian dari keluarga besar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan.

Selama bertahun-tahun bergabung, ia mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu baru. Lebih dari sekadar hubungan kedinasan, kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang terbangun di lingkungan kerja menjadi kenangan yang sulit dilupakan.
“Banyak ilmu dan wawasan baru yang saya dapatkan selama bergabung. Yang paling terasa adalah kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat tinggi,” tuturnya dengan penuh haru.
Menurutnya, menjadi bagian dari dunia perpustakaan juga memberikan kebanggaan tersendiri. Perpustakaan tidak hanya berkaitan dengan buku dan ruang baca, tetapi memiliki peran strategis dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. Karena itu, pengalaman menjadi bagian dari gerakan literasi di Pacitan menjadi salah satu kenangan berharga yang akan terus dibawa setelah memasuki masa purna tugas.
Buku Menjadi Tali Asih Penuh Makna
Ada sesuatu yang istimewa dalam acara pelepasan tersebut. Jika biasanya tali asih bagi pegawai purna tugas diwujudkan dalam bentuk cendera mata, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan memilih memberikan buku “Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri” sebagai tali asih.
Pemberian buku tersebut bukan sekadar hadiah. Buku menjadi simbol bahwa hubungan dengan dunia literasi tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa purna tugas. Pengetahuan, sejarah, dan kekayaan budaya Pacitan justru harus terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Buku tersebut menjadi salah satu karya literasi yang merekam kekayaan sejarah dan situs-situs Pacitan. Ketika diberikan kepada para pegawai yang purna tugas, buku itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian di dunia perpustakaan memiliki misi yang lebih panjang: mengarsipkan pengetahuan hari ini untuk dibaca dan dipelajari anak cucu pada masa mendatang.
Tali asih dalam bentuk buku akhirnya memiliki makna tersendiri. Para pegawai memang meninggalkan rutinitas kedinasan, tetapi semangat literasi dan kecintaan terhadap pengetahuan diharapkan tetap melekat dalam kehidupan mereka.
Acara kemudian ditutup dengan suasana penuh keharuan. Para pegawai yang purna tugas, pimpinan, Dharma Wanita, serta seluruh staf saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Momen tersebut menjadi simbol pelepasan sekaligus upaya menjaga tali silaturahmi meskipun tidak lagi berada dalam satu lingkungan kerja.
Purna tugas bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Ia menjadi babak baru setelah bertahun-tahun memberikan tenaga, pikiran, dan waktu bagi masyarakat. Dari Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Pacitan, tiga pegawai dilepas dengan doa dan penghargaan, membawa pulang kenangan tentang kebersamaan serta sebuah buku yang diharapkan terus menghidupkan semangat literasi.
Semoga ikhtiar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan untuk terus hadir melalui literasi, pengetahuan, dan pelestarian sejarah dapat semakin memperkuat harkat dan martabat bangsa, sekaligus berkontribusi mewujudkan Pacitan yang semakin sejahtera dan bahagia.
