SMKN Kebonagung Pacitan Siapkan Lulusan Siap Kerja, Wirausaha, dan Kuliah
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – SMKN Kebonagung terus melakukan inovasi untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan. Tidak hanya diarahkan menjadi tenaga kerja yang kompeten, siswa juga dibekali kemampuan berwirausaha sekaligus dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Yoyok Dwi Prastowo, S.Pd, M.M., Kepala Sekolah SMKN Kebonagung menjelaskan kepada jurnalis berbagai program pendidikan dan kemitraan industri yang dikembangkan sekolah, Selasa (8/9/2026).
Berdiri di atas lahan lebih dari 3 hektare, SMKN Kebonagung didukung 47 guru ASN/PPPK, enam guru tidak tetap (GTT), 14 tenaga kependidikan (tendik), serta satu penjaga malam. Kekuatan sumber daya tersebut menjadi modal sekolah untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, tetapi juga praktik, karakter, dunia industri, dan kewirausahaan.
Kepala SMKN Kebonagung, Yoyok, menjelaskan bahwa pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam pendidikan siswa. Salah satu pembiasaan yang diterapkan adalah salat dhuha, zuhur, dan asar secara berjamaah. Bahkan, setelah salat Asar berjamaah, siswa mendapatkan kupon pulang. Siswa yang tidak mengikuti salat berjamaah di masjid tidak mendapatkan kupon pulang.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun kedisiplinan dan tanggung jawab siswa. Pendidikan vokasi, menurut semangat program sekolah, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga membutuhkan karakter, kedisiplinan, dan etika.
Menggandeng Dunia Industri
Inovasi SMKN Kebonagung juga diwujudkan melalui kerja sama dengan dunia industri. Sejak Juli 2025, sekolah menjalin MoU dengan PT Danliris, perusahaan garmen yang berada di Sukoharjo.
Kerja sama tersebut antara lain diwujudkan melalui kunjungan industri siswa kelas XI Tata Busana. Selain memberikan pengalaman langsung mengenal lingkungan kerja, PT Danliris juga melakukan rekrutmen di SMKN Kebonagung setiap tahun.
Kesempatan rekrutmen tidak hanya diperuntukkan bagi siswa Tata Busana. Jurusan lain dari SMKN Kebonagung maupun sekolah lain juga dapat mengikuti proses sesuai kebutuhan perusahaan.
Dalam proses tersebut, siswa mengikuti seleksi. Peserta yang memenuhi persyaratan kemudian mengikuti pelatihan selama sekitar dua minggu sebelum dipersiapkan memasuki dunia kerja. Setiap tahun sekitar 30–40 siswa dapat mengikuti proses rekrutmen dan pelatihan tersebut.
Pola kerja sama ini menjadi jembatan antara sekolah dan industri. Siswa memperoleh gambaran nyata mengenai standar dunia kerja sejak masih berada di bangku sekolah.
Dari Siswa Menjadi Pencipta Produk
Selain menyiapkan lulusan untuk bekerja, SMKN Kebonagung juga mendorong siswa menjadi wirausahawan.
Pada 2026, sekolah mendapatkan dukungan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sebesar Rp56 juta untuk kegiatan prakarya dan kewirausahaan. Dana tersebut dikembangkan untuk modal bergulir dan kebutuhan pengembangan usaha siswa.
Program tersebut salah satunya diarahkan pada pengembangan produk kaos dan cinderamata, khususnya untuk kompetensi Desain Komunikasi Visual (DKV).
Melalui kegiatan digital printing dan produksi kaos sablon, siswa tidak hanya belajar membuat desain, tetapi juga belajar menghitung biaya produksi, menentukan harga, memasarkan produk, dan memahami kebutuhan konsumen. Produk kaos yang dihasilkan dipasarkan dengan harga mulai sekitar Rp70.000.

Dengan model tersebut, sekolah berusaha mengubah pola pikir siswa dari sekadar “mencari pekerjaan” menjadi “mampu menciptakan pekerjaan.”
Kepedulian kepada Siswa Kurang Mampu
Perhatian sekolah juga menyentuh aspek sosial. Unit pengelolaan zakat ASN bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Pacitan memberikan bantuan kepada siswa yang membutuhkan.
Bantuan antara lain berupa seragam bagi anak kurang mampu pada awal masuk sekolah, sembako untuk sekitar 100 anak, sepatu ketika sudah rusak, serta kebutuhan pakaian siswa. Pengelolaan dilakukan secara sukarela dan diarahkan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan persoalan ekonomi tidak menjadi penghalang siswa dalam mengikuti pendidikan.
Pada akhirnya, SMKN Kebonagung sedang membangun pendidikan vokasi dengan tiga jalur masa depan sekaligus: bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan pendidikan.
Kerja sama dengan industri membuka pintu menuju dunia kerja. Program kewirausahaan membangun keberanian menciptakan usaha. Sementara pendidikan akademik tetap menjadi fondasi bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
Dari sekolah untuk dunia kerja. Dari kreativitas menjadi usaha. Dari pendidikan kejuruan menuju perguruan tinggi.
SMKN Kebonagung terus bergerak menyiapkan generasi yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan peluang dan melanjutkan pendidikan.
