Potensi Hutan Ngandul Desa Kalak, Donorojo Pacitan
Oleh: Erlisa Zalika Furi (*)
Adapun wilayah Wirati atau Ngertati yang cukup bersejarah yaitu Hutan Ngandul. Tempat tersebut merupakan dataran luas yang di kelilingi hutan-hutan yang masih terjaga kealamiannya. Hutan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai kegiatan edukasi. Salah satunya adalah dengan menjadikan hutan Ngandul sebagai Bumi Perkemahan.
Berdasarkan letak geografisnya atau posisi keberadaan, Hutan Ngandul terletak di antara Laut Karang Bolong dan Laut Buyutan serta berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Lokasi Ngandul berada di Dusun Klepu, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Jarak dari pusat Desa Kalak sekitar 5 km atau sekitar 30 menit perjalanan.
Ngandul merupakan dataran luas yang di kelilingi hutan alami yang belum terambah manusia. Karena memiliki tempat yang luas Ngandul cocok untuk kegiatan Kepramukaan; dengan berbagai kegiatan mendirikan tenda, membuat pionering, dan bahkan menara pengawas.
Ngandul memiliki medan yang cukup terjal dan menantang ssehingga cocok untuk kegiatan pramuka lainnya seperti jelajah, outbond, dan bahkan bisa digunakan sebagai edukasi tentang mountaineering. Selain itu Ngandul juga memiliki pemandangan yang indah dengan perpaduan ciptaan Tuhan Yang maha Esa membuat sensasi mata akan terasa dimanjakan.
Di sepanjang jalan menuju Hutan Ngandul terdapat hutan yang masih terjaaga kealamiannya. Berbagai pepohonan tumbuh lebat disekeliling Ngandul yang menambah keasrian tempat tersebut.
Ngandul memiliki daya tarik tersendiri yang cukup indah, yaitu sungai dan air terjun kecil yang langsung menuju ke laut.Namun saat kemarau panjang tiba, air terjun ini akan kering dan hanya tersisa cekungan air biasa yang tidak mengalir.
Karena letaknya yang berada di tebing pinggir laut maka mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan laut yang luas. Ya, pemandangan ini akan sangat memanjakan mata yang melihatnya. Hal ini sebagai hadiah yang tak ternilai dari Allah SWT berupa pemandangan alamiah yang bisa digunakan untuk sarana refresing menghilangkan sejenak pekerjaan yang menumpuk.
Saat ini Hutan Ngandul masih merupakan hutan belantara yang masih terjaga kealamiannya danbbelum terambah oleh masnyarakat. Seperti layaknya hutan pada umumnya, Ngandul memiliki banyak jeniis pohon di dalamnya. Selama ini pemanfaatannya hanya seputar dahan kering yang digunakan untuk kayu bakar, batang pohon sebagai bangunan dan dedaunan untuk makanan ternak.
Pemanfaatan Ngandul yang kurang maksimal dikarenakan pemahaman masyarakat sekitar akan potensi Ngandul.karena campur tangan manusia yang belum sepenuhnya, Ngandul masih memiliki suasana yang sejuk dengan pemandangan yang sejuk dengan pemandangan yang sulit ditemukan diperkotaan.
Sementara itu dengan potensi yang dimiliki Ngandul, dapat dimanfaatkan sebagai wisata berbasis budaya yang dapat meningkatkan kualitas ekonomi daerah setempat. Dengan demikian, selain wilayah tersebut lebih dikenal masyarakat luar, juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar yang saat ini mayoritas berprofesi sebagai petani.
Kondisi jalan menuju Ngandul saat ini masih belum memadai.Sebagian jalannya masih bebatuan dan sangat terjal. Di samping kanan dan kirinya terdapat jurang yang cukup dalam.
Bagi yang mempunyai jiwa petualangan sangat merindukan tempat ini. Medannya pun cukup menantang dan berbahaya untuk dilalui kendaraan khsusunya roda dua. Terlebih lagi bagi pengendara yang belum terbiasa dengan medan terjal. Jalannya pun tidak terlalu lebar untuk dilalui kendaraan besar, seperti mobil.
Apalagi pada saat musim penghujan jalan yang dilalui akan becek dan licin. Secara teknis, jalan tersebut menunjukkan kondisi di mana secara struktur jalan dan fungsional jalan belum mampu memberikan pelayanan optimal terhadap melintasi jalan tersebut. Hal tersebut menjadi salah satu penghambat dari pengembangan Hutan Ngandul.
Hal ini yang masih menjadi kendala bagi wisatawan luar kota yang belum terbiasa karena akses jalan yang kurang memadai akan mempersulit akses ke wisata Hutan Ngandul. Walaupun mempunyai potensi yang masih perlu dikembangkan terutama infrastruktur jalan ke lokasi.
Kawasan ini bisa dimanfaatkan sebagai area Bumi Perkemahan yang berbasis budaya. Dengan menjadikannya Buper, kita tidak hanya belajarr hidup di alam bebas saja, tetapi kita juga menambah wawasan dengan mengenal sejarah budaya yang ada di Ngandul.
Tak hanya masyarakat sekitar saja yang harus mengembangkan kawasan ini agar lebih banyak dikenal oleh masyarakat luar, tetapi pemerintah pun juga harus ikut serta dalam pemberdayaan pembangunan kawasan ini sebagai Bumi Perkemahan yang memenuhi standar.
Akan lebih mudah lagi jika pemerintah dan masyarakat sekitar saling bekerja sama untuk membangun Ngandul sebagai Buper dan wisata berbasis wisata budaya.
Tidak ada ruginya kita mengembangkan wilayah ini, karena dengan sejarah budaya yang dimiliki Ngandul dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Semakin banyak orang yang berkunjung ke sana maka semakin terkenalnya Ngandul di luar sana.
Semakin banyak orang yang mengenal Ngandul dan berkunjung kesana, itu menjadi salah satu peluang bagi masyarakat sekitar untuk bisnis dan menambah pendapatan daerah tersebut.
Bisa dengan menjual barang dagangan ataupun dengan jasa yang dimiliki. Seperti halnya menyiapkan kantin sehat dengan bahan baku dan makanan khas daerah sekitar, ataupun menyediakan layanan ojek di sana.
Seiring dengan berjalannya waktu, apabila Ngandul sudah menjadi daerah yang diminati oleh banyak orang sebagai rekomendasi Buper berbasis wisata budayanya. Kita jangan meninggalkan sejarah budaya wilayah dengan kita adopsi budaya kekinian untuk mengoptimalkan kwasan Hutan Ngandul.
Wisata sejarah di Hutan Ngandul masih perlu menguak misteri yang ada. Karena dengan melestarikan sejarah sangat penting bagi anak cucu kita untuk tidak melupakan sejarah. belum terkuaknya dan sosialisasikannya sejarah yang tersimpan di Hutan Ngandul.
Karena belum banyak literasi yang memuat Hutan Mandul. Semoga dengan tulisan ini banyak budayawan yang peduli dan melihat potensi budaya di Hutan Mandul untuk diangkat menjadi buku-buku cerita yang menginspirasi genarasi muda. Sebagai bekal dalam arungi dunia metaverse yang penuh dengan simulasi dan pencitraan.
(*) Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan
