Kolam Renang Wonowening, Berenang Sembari Menikmati Panorama Kota Pacitan
Oleh: Ria Maharani
Pariwisata dapat diartikan sebagai perjalanan dari satu tempat ke tempat lain yang bersifat sementara sebagai usaha mencari keseimbangan dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam, dan ilmu.
Kegiatan wisatawan dalam mengunjungi objek wisata (alam, budaya, spiritual, ataupun minat khusus) pada daerah wisata yang dituju dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti promosi, transportasi, restorasi, akomodasi, serta pelayanan. Pariwisata sebagai salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya alam yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam bidang sosial ekonomi.
Pariwisata merupakan suatu kegitan yang mampu menunjang pengembangan ekonomi suatu wilayah. Selain itu, sektor pariwisata dapat diposisikan sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya dan keindahan alam. Perkembangan pariwisata saat ini menjadikan banyak daerah di Indonesia belomba-lomba membangun daerahnya menjadi daerah wisata.
Negara Indonesia merupakan negara kepualauan sehingga memiliki berbagai kekayaan alam dan kebudayaan yang menyimpan banyak potensi serta daya tarik yang dapat dimanfaatkan, salah satunya dalam industri pariwisata. Kekayaan alam, keberagaman budaya, serta kearifan lokal yang dikembangkan menjadi destinasi wisata akan menarik minat wisatawan seperti pantai, gunung, taman nasional, candi, pemandian kolam renang, dan lainnya.
Kabupaten Pacitan terletak di Barat Daya Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Pada bagian utara Kabupaten Pacitan berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur), bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Trenggalek (Jawa Timur), bagian selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga tidak heran jika Kabupaten Pacitan memiliki banyak pantai, dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah).
Kabupaten Pacitan memiliki potensi yang menjanjikan serta mampu bersaing karena memiliki banyak objek wisata yang meliputi wisata alam, wisata buatan, wisata budaya, dan wisata spiritual. Kabupaten Pacitan kini menjadi tempat pilihan berwisata baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Beberapa upaya dilakukan oleh pemerintah beserta masyarakat untuk menarik minat wisatawan, salah satunya dengan membuka objek wisata baru yang menyajikan sensasi yang berbeda dari pada objek-objek wisata yang telah ada.
Salah satu destinasi wisata yang sedang berkembang dan tergolong masih baru di Kabupaten Pacitan adalah Wisata Kolam Renang Wonowening. Kolam Renang Wonowening terletak di Desa Wonogondo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Objek wisata ini mulai dibuka pada tahun 2020 dan dikelola oleh masyarakat Desa Wonogondo.
Sebelum dibuka menjadi objek wisata, Kolam Renang Wonowening dulunya adalah lahan persawahan, bahkan hingga kini Kolam Renang Wonowening dikelilingi oleh sawah-sawah milik warga. Untuk menuju wisata ini pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari pusat Kota Pacitan. Pengunjung tidak perlu khawatir karena pengelola menyiapkan lahan parkir yang cukup luas. Aksesbilitas menuju objek wisata ini juga dalam kondisi baik.
Kolam Renang Wonowening yang dibangun sejak tahun 2017 ini dikelola oleh BUMDes Wonogondo sebagai salah satu upaya menuju desa wisata. Saat ini keberadaan desa wisata telah marak dan mudah dijumpai di daerah-daerah. Desa wisata merupakan salah satu bentuk penerapan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Melalui pengembangan desa wisata diharapkan menjadi salah satu aspek yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan pemerataan yang sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata yang berkesinambungan.
Sektor pariwisata di desa yang dikelola dan dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan dapat berdampak positif terhadap perekonomian desa. Dengan demikian, melalui pengembangan potensi desa wisata yang dikelola dan dikembangkan oleh BUMDes secara tidak langsung akan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan juga pendapatan asli desa. BUMDes Wonogondo memberi target pendapatan dari Kolam Renang Wonowening sebesar 10 juta rupiah dalam satu bulan. Pengelolaan tempat wisata yang melibatkan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat dengan menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Objek wisata Kolam Renang Wonowening juga dapat memberikan peluang usaha bagi masyarakat seperti berdirinya warung-warung dan tempat makan.
Pada hakikatnya suatu objek wisata setidaknya harus mencakup empat hal yaitu, attraction, accesbility, amenity, dan activity. Attraction atau daya tarik wisata dapat berupa alam, budaya maupun buatan yang didukung oleh aktivitas-aktivitas tertentu. Aktivitas yang dimaksud tentunya berupa aktivitas yang berhubungan dengan destinasi wisata di suatu wilayah.
Berdasarkan topografinya kondisi alam Kabupaten Pacitan meliputi wilayah pantai, dataran rendah, dan perbukitan dengan presentase 85% daerah perbukitan atau pegunungan, 10% daerah bergelombang, dan 5% daerah datar. Luasnya wilayah perbukitan memunculkan wisata-wisata bukit untuk menikmati panorama Kota Pacitan dari ketinggian. Objek wisata tersebut diantaranya yaitu, Sentono Gentong, Bukit Semar, Bukit Jinggring, Bukit Cakrawala, Beiji Park, Puncak Tejo, dan Kolam Renang Wonowening.
Kerjasama Pemdes dengan Masyarakat Desa Wonogondo, Pacitan
Daya tarik (attraction) wisata di Desa Wonogondo adalah alam, karena wilayahnya yang terletak di perbukitan serta kelimpahan air yang dimiliki. Pemerintah dan masyarakat Desa Wonogondo bekerjasama untuk membangun sebuah objek wisata perbukitan yang berbeda dengan objek wisata yang sudah ada di Pacitan, hingga tercipta objek wisata Kolam Renang Wonowening. Kolam Renang Wonowening menghadirkan nuansa yang berbeda bagi wisatawan.
Hanya dengan membayar 5 ribu rupiah pengunjung sudah dapat berenang sepuasnya, menikmati serta mengabadikan momen dengan panorama Kota Pacitan sekaligus keindahan Pantai Pancer Door dan Pantai Teleng Ria. Pihak BUMDes Wonogondo mengaku tidak hanya memikirkan pendapatan saja tetapi memikirkan tentang bagaimana masyarakat dapat berwisata dengan ongkos yang terjangkau.
Accessbility atau aksesbilitas merupakan faktor-faktor yang mendukung kemudahan wisatawan untuk mencapai desa, seperti papan penunjuk jalan, transportasi, dan kondisi jalan menuju tempat atau objek wisata. Ketika hendak menuju ke objek wisata Kolam Renang Wonowening pengunjung dapat melihat papan penunjuk jalan atau banner di tepi jalan raya arah Pacitan-Tulakan.
Akses menuju Kolam Renang Wonowening sudah baik, jalan sudah diaspal dan mudah untuk menemukan wisata ini sebab jarak dari pusat keramaian menuju objek wisata ini kurang lebih hanya 10 kilometer. Namun untuk transportasi, wisatawan rombongan dapat menggunakan kendaraan pribadi masing-masing.
Activity atau aktivitas merupakan bagian utama dari daya tarik wisata. Hal ini merupakan salah satu nilai tambah yang paling utama dalam objek wisata. Dalam menarik wisatawan perlu adanya inovasi pada aktivitas utama wisatawan. Kolam Renang Wonowening merupakan wisata air yang mana aktivitas utamanya adalah berenang.
Daya tarik tambahan pada wisata ini adalah pengunjung dapat merasakan sensasi baru ketika berenang sembari menikmati keindahan Kota Pacitan. Pengunjung juga akan mendapatkan foto yang estetik dan berbeda di wisata ini. Selain itu, di sekitaran kolam renang, pengunjung dapat menikmati seduhan kopi atau sekadar duduk-duduk menikmati pemandangan dan angin sepoi-sepoi.
Amenity atau amenitas merupakan segala pendukung yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di suatu destinasi wisata. Di Kolam Renang Wonowening terdapat 3 kolam yaitu bagi balita, anak-anak, dan dewasa.
Sedangkan bagi pengunjung yang tidak ingin berenang telah disiapkan gazebo dan beberapa tempat duduk.Wisata ini telah menyiapkan 2 kamar mandi dan 2 WC sehingga pengunjung tidak perlu terlalu lama antre. Pengunjung juga dapat membeli makanan dan minuman bahkan peralatan mandi di warung yang telah tersedia.
