Investasi China ke Indonesia Melonjak, Manfaatkan Tarif AS Lebih Rendah
PRABANGKARANEWS – Perusahaan-perusahaan China kian ramai masuk ke Indonesia untuk membangun operasional dan menghindari beban tarif tinggi dari Amerika Serikat. Pendiri firma konsultan lahan industri, Gao Xiaoyu, mengungkapkan bahwa dirinya “dibanjiri panggilan” dari investor China yang bersemangat memperluas usaha ke pasar Asia Tenggara.
Investasi dari China dan Hong Kong ke Indonesia melonjak 6,5% secara tahunan menjadi 8,2 miliar dolar AS pada paruh pertama 2025. Sementara itu, total Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh 2,58% menjadi 432,6 triliun rupiah (26,56 miliar dolar AS) pada periode yang sama, dikutip dari Seasianews Kamis (21/8/25).
Indonesia menawarkan keunggulan strategis dibanding negara pesaing di kawasan dengan tarif AS sebesar 19%—jauh lebih rendah daripada tarif China yang kini mencapai lebih dari 30%. Tarif ini juga sebanding dengan Malaysia, Filipina, dan Thailand, serta sedikit di bawah Vietnam yang berada di level 20%.
Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, Indonesia menjadi alternatif menarik bagi produsen China yang ingin tetap mengakses pasar AS, sekaligus memanfaatkan biaya tenaga kerja lebih rendah dan pertumbuhan ekonomi yang solid sebesar 5,12% pada kuartal II 2025.
Pemerintah Indonesia menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan arus investasi ini, dan memperkirakan akan terjadi peningkatan signifikan pada semester kedua 2025, seiring semakin cepatnya langkah perusahaan-perusahaan China melakukan relokasi strategis untuk menghindari eskalasi ketegangan dagang.
