Indonesia Akan Terima Kapal Survei Hidro-Oseanografi Canggih KRI Canopus 946 Akhir 2025
PRABANGKARANEWS – Kementerian Pertahanan Indonesia akan menerima kapal pendukung survei hidro-oseanografi canggih KRI Canopus 946 pada akhir tahun 2025, yang menandai peningkatan signifikan terhadap kemampuan survei maritim TNI Angkatan Laut.
Kapal sepanjang 105 meter ini dibangun melalui kerja sama antara galangan kapal Abeking & Rasmussen dari Jerman dan PT Palindo Marine Indonesia dalam skema perjanjian offset. Kapal tersebut diluncurkan pada Oktober 2024 setelah proses pembangunan lambung selesai di Batam, kemudian dikirim ke Jerman untuk pemasangan peralatan akhir, dilansir dari Seasianews Kamis (6/11/25).
Menurut jadwal proyek Kementerian Pertahanan, KRI Canopus 946 dirancang sebagai kapal hidro-oseanografi samudra yang mampu melaksanakan survei dan pemetaan dari wilayah pesisir hingga laut dalam. Kapal ini dilengkapi dengan teknologi mutakhir seperti Autonomous Underwater Vehicles (AUV), Remotely Operated Vehicles (ROV), dan Unmanned Aerial Vehicles (UAV).
Kapal ini memiliki lebar 17,4 meter, draft 4,5 meter, mampu menampung 90 awak kapal, serta mencapai kecepatan maksimum 16 knot. Selain itu, KRI Canopus 946 juga memiliki kemampuan tambahan sebagai kapal penyelamat kapal selam, dilengkapi dengan Submarine Rescue Vehicle System dan sistem derek A-Frame khusus untuk peluncuran peralatan bawah air.
Proyek pembangunan selama tiga tahun ini dimulai pada Januari 2023 dan merupakan investasi strategis Kementerian Pertahanan Indonesia yang menggandeng keahlian terbukti dari Abeking & Rasmussen — galangan kapal yang sebelumnya juga telah mengirimkan dua kapal penyapu ranjau kelas Frankenthal kepada TNI Angkatan Laut.
