Kuliah Tamu PBSI STKIP PGRI Pacitan Bahas Transformasi Pembelajaran Bahasa di Era Digital

Kuliah Tamu PBSI STKIP PGRI Pacitan Bahas Transformasi Pembelajaran Bahasa di Era Digital
Kuliah Tamu PBSI STKIP PGRI Pacitan Bahas Transformasi Pembelajaran Bahasa di Era Digita, Selasa (23/12)
SHARE

PRABANGKARANEWS, PACITAN – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP PGRI Pacitan menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Transformasi Pembelajaran Bahasa: Kreativitas dan Inovasi untuk Penguatan Literasi” pada Selasa, (23/12/2025)  bertempat di Gedung Karya Dharma Pacitan. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa PBSI STKIP PGRI Pacitan.

Kuliah tamu ini diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan akademik program studi sekaligus upaya memperkaya wawasan mahasiswa terhadap perkembangan pembelajaran bahasa Indonesia. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Riza Dwi Tyas Widoyoko, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu merupakan kewajiban akademik yang secara konsisten dilaksanakan oleh program studi. Ia menegaskan pentingnya menghadirkan informasi dan pengetahuan terkini kepada mahasiswa. “Dan menjadi komitmen kami bahwa berbagai informasi pengetahuan tidak hanya kami upayakan diakses oleh mahasiswa internal di dalam kampus, tetapi juga kami upayakan berbagai informasi yang sifatnya terbaru. Kami datangkan dan informasikan kepada teman-teman melalui berbagai kegiatan, salah satunya melalui kuliah tamu,” ungkap Riza, Selasa (23/12/2025).

Baca Juga  Ora Dowo Pemeriksaan, Inovasi Imigrasi Tanjung Perak Bagi Pemohon Paspor Hilang dan Rusak

Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Ari Yulistiana, M.Pd., seorang guru Bahasa Indonesia di SMKN 9 Surakarta, Jawa Tengah. Ari Yulistiana dikenal sebagai pendidik yang aktif berinovasi dalam pembelajaran dan memiliki pengalaman internasional, salah satunya sebagai Kahoot Ambassador presenter pada British Education Training and Technology (BETT UK) di London, United Kingdom, pada tahun 2025. Dalam kuliah tamu tersebut, Ari Yulistiana tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berbagi kisah inspiratif serta pengalamannya selama menjadi guru.

Penyampaian materi dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Kahoot! sebagai media pembelajaran. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diajak untuk terlibat aktif melalui penyampaian pendapat pribadi serta kuis interaktif yang dikemas secara kreatif. Metode tersebut membuat suasana kuliah tamu menjadi lebih hidup dan mampu menarik perhatian mahasiswa.

Materi utama yang disampaikan menekankan pentingnya tiga aset utama yang harus dimiliki oleh seorang guru, yaitu mindset yang mencakup pola pikir, keyakinan, nilai, dan pandangan hidup; skillset yang berkaitan dengan kemampuan dan keterampilan; serta toolset berupa alat atau teknologi pendukung yang digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, Ari Yulistiana juga membahas peran guru bahasa di era metaverse, yang meliputi pemahaman terhadap diri dan potensi, kemampuan beradaptasi dengan perubahan, menjadi pembelajar sepanjang hayat yang melek teknologi, penerapan pendidikan abad ke-21 di kelas, berpikir visioner, berkarya, serta menjadi inspirasi bagi siswa.

Baca Juga  Kisah Guru Besar ITS: Prof. Ridho Bayuaji dan Tantangan Keluarga dalam Meraih Gelar Profesor

Dalam paparannya, Ari Yulistiana juga mengulas pengembangan pembelajaran abad ke-21 yang mencakup mindset guru sebagai agen perubahan dan fasilitator, penerapan 4C yang meliputi critical thinking, creativity, communication, dan collaboration serta computational thinking. Materi tersebut juga menekankan pengembangan literasi, numerasi, dan soft skill, penerapan pembelajaran aktif, gamifikasi, konteks global, pembelajaran mikro dan pembelajaran yang dipersonalisasi atau diferensiasi, penerapan teknologi berbasis pedagogi, pembelajaran sosial dan emosional, integrasi pembelajaran abad ke-21 oleh pihak terkait, serta prinsip think globally act locally .

Antusiasme mahasiswa terlihat dari tanggapan yang disampaikan setelah kegiatan berlangsung. Muhammad Nasyaruddin Tajudin, mahasiswa PBSI semester 1, mengaku tertarik dengan materi yang disampaikan oleh narasumber. “Pembahasannya dan cara pembawaan atau penyampaian materi sangat menarik, tidak monoton,” ujarnya. Sementara itu, Salsabila, mahasiswi PBSI semester 3, menilai bahwa kuliah tamu tersebut memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. “Acara kuliah tamu pada hari ini sangat memberi manfaat, karena banyak menambah pengetahuan baru dan motivasi kepada saya khusunya dan mahasiswa lain. Diharapkan kuliah tamu akan diselenggarakan secara konsisten setiap tahunnya,” ungkapnya.

Baca Juga  Berikut 27 Pemain Timnas Senior Dipanggil Shin Tae-yong Hadapi Bahrain dan China

Selain membahas pembelajaran bahasa, Ari Yulistiana juga berbagi pengalamannya sebagai penulis yang telah menghasilkan 31 buku fiksi dan edukasi. Pengalaman tersebut memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peningkatan keterampilan menulis, pengembangan imajinasi dan kreativitas, perluasan wawasan melalui riset, penguatan pemikiran kritis dan analitis, serta menjadi sumber motivasi dan inspirasi. Mahasiswa juga memperoleh gambaran tentang peluang karier di bidang kepenulisan, termasuk proses penerbitan dan pemasaran buku, serta pentingnya kemampuan berkomunikasi secara efektif.

Melalui kegiatan kuliah tamu ini, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Pacitan berharap mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang pembelajaran bahasa di era digital, sekaligus termotivasi untuk terus berinovasi, berkarya, dan meningkatkan kualitas literasi.

Penulis: MUHAMMAD IFAN AULIA -PBSI STKIP PGRI Pacitan