Prof. Dr. Unifah Rosyidi Dorong STKIP PGRI Pacitan Segera Bertransformasi Menjadi Universitas
PRABANGKARANEWS.COM, Pacitan – Momentum Hari Kartini menjadi titik refleksi sekaligus dorongan perubahan dalam dunia pendidikan tinggi. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus serta Pengawas PPLP-PT PGRI Pacitan masa bakti 2026–2031 di Aula STKIP PGRI Pacitan, Selasa (21/4/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Unifah secara tegas mendorong percepatan transformasi kelembagaan. Bahkan, ia secara konsisten menyebut “universitas” alih-alih STKIP, sebagai bentuk afirmasi sekaligus dorongan psikologis agar perubahan segera diwujudkan.
“Hari ini Hari Kartini. Kartini bukan soal jumlah, tetapi kebebasan berpikir untuk mencapai kemajuan yang luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, semangat Kartini harus diterjemahkan dalam langkah nyata, termasuk dalam pengembangan institusi pendidikan tinggi. Kampus tidak boleh stagnan di tengah arus perubahan yang begitu cepat.
“Pacitan ini menarik bagi saya, melahirkan presiden. Saya berharap perubahan besar juga lahir dari sini. Saya berharap STKIP PGRI Pacitan menjadi universitas,” tegasnya.
Ia bahkan menargetkan proses alih bentuk tersebut dapat direalisasikan dalam kurun waktu satu hingga satu setengah tahun, dengan catatan adanya dukungan serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Mari kita bangun kampus ini. Kita beri waktu paling lama satu hingga satu setengah tahun dengan dukungan bersama untuk menjadi universitas,” tambahnya.
Prof. Unifah juga mengingatkan bahwa peluang kebijakan dari pemerintah tidak selalu terbuka selamanya. Oleh karena itu, momentum perubahan harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Jangan sampai terlambat melakukan perubahan. Kemudahan regulasi seperti merger dan transformasi tidak akan selalu tersedia,” ungkapnya.
Ia turut menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis riset. Selain itu, peluang besar juga terbuka melalui program nasional peningkatan kualifikasi guru, yang dapat menjadi basis pengembangan mahasiswa baru.
“Saat ini ada sekitar 280 ribu guru yang belum S1 dan bisa diselesaikan melalui RPL. Ini peluang besar, ajak mereka kuliah di PGRI Pacitan,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Prof. Unifah juga menyoroti pentingnya peran keluarga, khususnya para istri pengurus dan pengawas, sebagai pendamping dalam pengabdian. Dukungan mereka dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi besar transformasi menuju universitas.
Sementara itu, Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai menyiapkan berbagai aspek menuju alih bentuk kelembagaan, baik dari sisi kelayakan institusi maupun penguatan sumber daya manusia.
“Kami sudah berupaya, dan mudah-mudahan dengan doa serta dukungan semua pihak, langkah menuju universitas bisa terwujud secara bertahap,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pengurus PPLP-PT PGRI Pacitan masa bakti 2026–2031 resmi dilantik. Dr. Agoes Hendriyanto sebagai sekretaris menyatakan bahwa kepengurusan baru akan segera bergerak cepat menyusun langkah strategis guna mempercepat proses transformasi kelembagaan.

Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris PGRI Jawa Timur, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Ketua Umum PB PGRI. Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua BPLP PGRI, Prof. Dr. Supardi US, serta ditandai dengan pembacaan pakta integritas oleh pengurus baru.
Estafet kepemimpinan juga resmi diserahkan dari ketua sebelumnya kepada ketua terlantik, Prof. Dr. H. Maryono, M.M., yang menyatakan kesiapan untuk melanjutkan program sekaligus melakukan penguatan sesuai tuntutan zaman.
“Ke depan harus ada penguatan dan percepatan, terutama dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang terus berkembang,” ungkapnya.
Menariknya, pelantikan yang bertepatan dengan Hari Kartini ini juga diwarnai dengan penyerahan buket bunga sebagai simbol penghormatan terhadap peran perempuan dalam dunia pendidikan, khususnya sebagai pendamping dalam pengabdian.
Dengan formasi kepengurusan yang baru, PPLP-PT PGRI Pacitan kini dihadapkan pada tantangan besar untuk bergerak cepat. Transformasi menuju universitas bukan lagi sekadar wacana, melainkan target nyata yang harus segera diwujudkan melalui sinergi dan kerja kolektif
