“Mbois” Terus Bergerak Menyongsong Pelaksanaan Pemungutan Suara Pilkada Pacitan 2020
PRABANGKARANEWS.COM || PACITAN – Tinggal menghitung bulan, masyarakat Indonesia khususnya Pacitan akan memilih bupati dan wakil bupati untuk periode 2021-2024. Salah satu calon bupati Pacitan pada Pilbup 9 Desember 2020 adalah Yudi Sumbogo yang saat ini menjabat sebagai wakil bupati Pacitan. Yudi Sumbogo atau biasa disebut Pak Mbogo ini menggandeng Isyah Ansori yang sudah memulai karier di Pemerintah Kabupaten Pacitan sejak tahun 1978 untuk maju di Pilbup 2020.
Dalam pencalonan dan pemilihan bupati dan wakil bupati Pacitan tahun ini akan sangat panas. Dikarenakan pasangan antara kedua calon ini memiliki ketidakseimbangan dalam partai politik. Pasangan calon nomor urut 1 diusung oleh 13 partai, sedangkan pasangan calon nomor urut 2 hanya diusung oleh 2 partai.
Hal itu tak menggoyahkan semangat paslon nomor urut 2 Drs. H. Yudi Sumbogo, M.M – H. Isyah Ansori, S.Sos., M.Si atau yang lebih dikenal dengan sebutan MBOIS untuk terus melangkah, mereka tetap melaksanakan tahapan kampanye, guna memikat pemilih agar memilih mereka pada hari pemungutan suara 9 Desember 2020.
Kampanye di masa pandemi covid-19 ini tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) sesuai dengan Inpres No.6 Tahun 2020, Perda Provinsi Jatim No.2 Tahun 2020 dan Perbup Pacitan No.70 Tahun 2020.
Pada Minggu, 25 Oktober 2020 pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2 menggelar kampanye dan dilaksanakan di dalam ruangan tidak lebih dari 50 orang. Untuk itu, tim pemenangan MBOIS memilih kediaman Eko Setyoranu PLT Ketua DPRD Pacitan untuk mengadakan kampanye wilayah Kecamatan Pringkuku yang dihadiri oleh perwakilan 13 desa se-Kecamatan Pringkuku. Relawan Pemenangan MBOIS terus menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar mengenal MBOIS secara dekat dan memilihnya pada pesta demokrasi di Pilbup Pacitan nanti.
“Selain itu, MBOIS yang diusung oleh PDIP dan PKB dan didukung Koalisi Rakyat ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pasangan calon nomor urut 1, yaitu keselarasan dengan pemerintah pusat. Pastinya kita tahu, pemerintah pusat yang dimaksud yaitu Presiden Joko Widodo yang juga dari PDIP,” kata Arifin.
Dalam kampanye yang digelar itu, pasangan calon bupati dan wakil bupati juga memperkenalkan studi hingga pengalaman yang diperoleh keduanya, juga menyampaikan visi misi MBOIS tersebut. Walaupun hanya diusung oleh PDIP dan PKB dan didukung Koalisi Rakyat MBOIS tidak takut, karena mereka mempunyai kekuatan yaitu keselarasan dengan pemerintah pusat yang nantinya juga akan berdampak baik bagi masyarakat Pacitan.
Persaingan antara keduanya tentu akan berjalan sengit karena semuanya merupakan golongan orang yang berprestasi. Selain itu, perang gagasan visi misi juga sudah bertebaran di media sosial. Untuk itu, kita tunggu saja siapa yang akan menjuarai pada 9 Desember 2020 yang akan datang. (Nila Handayani/Noviyandani S)
