Inovasi Terbaru Budidaya Lobster di Banyuwangi, Metode Resirkulasi Bisa Hasilkan 2 – 3 Kuintal
PRABANGKARANEWS.COM || Perairan laut Banyuwangi telah dikenal sebagai salah satu penghasil lobster kualitas ekspor. Bahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tertarik mendirikan lobster center di Banyuwangi.
Salah satu lokasi budidaya lobster di Banyuwangi terdapat di pantai Grand Watu Dodol (GWD) Banyuwangi. Di sini terdapat Unit Percontohan Budidaya lobster, Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Bangsring KKP.
Di tempat ini mahasiswa, dan akademisi dari berbagai kampus di Indonesia bersama kelompok nelayan setempat, Pesona Bahari melakukan penelitian dan pengembangan budidaya lobster.
“Di sini salah satu yang kami kembangkan adalah metode resirkulasi,” kata M. Chusnan Ma’arif, mahasiswa semester 3 Magister Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro yang tengah melakukan penelitian di sana.
Achmad Subijakto, Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Bangsring, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengatakan lobster dari Banyuwangi diakui memiliki kualitas ekspor.
“Dibanding daerah penghasil lainnya, perlu diakui lobster hasil budidaya dari perairan Banyuwangi memiliki kualitas yang bagus. Lobsternya fresh, kualitasnya ekspor,” kata Toto, panggilan akrab Achmad Subijakto, dikutip dari banyuwangikab.go.id Minggu (09/1/2022).
Itulah yang membuat KKP akan mendirikan lobster center di Banyuwangi. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani @ipukfdani mengatakan potensi lobter yang sangat besar ini akan lebih optimal bila dimaksimalkan. Apalagi dengan bantuan dari pemerintah pusat dengan menjadikan Banyuwangi sebagai pusat peneilitian lobster, nelayan Banyuwangi juga akan diuntungkan.
“Kami sangat mendukung, karena bagi kami ini adalah bagian dari pembangunan yang bervisi sustainability (berkelanjutan). Selaras dengan apa yang ingin dikembangkan Banyuwangi selama ini,” kata dia. (*)
