Partai Republik Ungguli Demokrat 9 Poin Berdasarkan Survei Rasmussen

Partai Republik Ungguli Demokrat 9 Poin Berdasarkan Survei Rasmussen
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || Akibat salah memimpin, Presiden Joe Biden yang diusung dari Partai Demokrat berdasarkan hasil survei Rasmussen diungguli Partai  Republik.  Bisa  dipastikan Partai Republik bakal mengambil alih DPR dan Senat paruh waktu pada November 2022 ini.

Sampai kini sudah ada 28 anggota House of Representative (DPR) partai Demokrat yang menyatakan mundur atau pensiun.

Dalam sejumlah jajak pendapat tingkat kepercayaan publik Amerika terhadap kepemimpinan Presiden Joe Biden terus terpuruk ke titik nadir. Tingkat persetujuan warga Amerika terhadap Presiden ke-46 dari Partai Demokrat hanya 32 persen. Persentase dukungan  ini terendah dalam berapa dekade.

Main factor atau faktor utama yang membuat Joe Biden terpuruk khususnya sektor ekonomi. Saat ini tingkat inflasi Amerika sudah temhus 7 persen.  Ini terburuk seperti era Presiden Demokrat lainnya Jimmy Carter.

Selanjutnya penarikan pasukan di Afganistan yang menewaskan 13 tentara Amerika. Selain itu, Seperti diketahui Demokrat saat ini telah menjelma menjadi partai anti demokrasi. Belum lagi  berusahaa mengemas Mahkamah Agung.

Baca Juga  Pemerintah Republik Indonesia Susun Peta Jalan (Roadmap) Vaksinasi Covid-19

Begitu pula partai ini menolak pemilih menunjukkan ID saat memilih dan omong-omong, tanda tangan Anda tidak’ Harus cocok kalau pakai mail-in voting, nanti ada pemungutan suara.

Tujuannya agar kotak suara yang tidak terpantau itu bagus, karena itu bisa membantu kita curang,

Imbasnya GOP memimpin atas Demokrat dengan 9 poin dalam pemilihan umum kongres 48% -39% memasuki tahun pemilihan paruh waktu, menurut jajak pendapat Rasmussen Reports terbaru.

Jajak pendapat yang sama memiliki peringkat persetujuan Presiden Joe Biden di bawah air, dengan 58% tidak menyetujui kinerjanya sejak pelantikannya tahun lalu Kamis.

Penurunan Biden pada tahun 2021 dimulai sekitar waktu penarikan AS dari Afghanistan pada pertengahan Agustus, dan terus menurun tajam sejak saat itu.

Rasmussen Reports mengatakan pada hari Selasa bahwa Demokrat memegang keunggulan 8 poin tepat sebelum mengambil kembali mayoritas di DPR selama pemilihan paruh waktu 2018, tetapi margin itu menyusut menjadi panas mati statistik dengan Partai Republik memimpin 46% -45% ketika Demokrat memenangkan kemenangan tipis mereka. Mayoritas DPR, sementara GOP mempertahankan kendali Senat dalam pemilihan itu.

Baca Juga  Firli Bahuri: Harkodia 2022 Momentum Kuatkan Partisipasi Masyarakat Berantas Korupsi

Survei Rasmussen, memberikan GOP keunggulan 9 poin, dilakukan dengan 2.500 pemilih kemungkinan antara 9-13 Januari, dan memiliki margin kesalahan plus atau minus 2 poin persentase.

Hill melaporkan pada bulan Desember bahwa Demokrat khawatir mereka akan kehilangan mayoritas DPR mereka yang tipis dan mungkin kendali Senat dalam gelombang merah November ini.

“Keyakinan partai Republik akan take over Senat dan DPR disampaikan anggota DPR Partai Republik  dari Nebraska Don Bacon yang mewakili distrik ayunan pinggiran kota dekat Omaha, “kepada The Hill.

Menurut dia, isu-isu kunci saat ini, semua energi ada di partai Republik, Selanjutnya, pemilih khawatir tentang inflasi, kejahatan, perbatasan, Afghanistan. , dan semua masalah itu menguntungkan kita.

Baca Juga  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2024

Lebih parah lagi, media-media mainstream seperti WP, NY Tmes, CNBC,  sampai CNN yang ngotot membela Joe Biden dengan panggilan Brandon, kini mereka menyerangnya. Mereka murka lantaran dalam 1 tahun menjabat hanya 1 kali dilakukan preas confrence. Bahkan mereka menulis artikel yang mana Donald Ttump lebih baik menamgani Covid-19 dari Jie Biden.

Kegilaan Partai Liberal Demokrat Amerika sebagai berikut:

  1. Ingin menghapus filibuster (60 suara di senat dalam menentukan legislasi)
  2. Ingin mengemas Mahkamah Agung (dari 9 Hakim Agung di Supreme Court , ditambah 5 kaum liberal sayap kiri komunis
  3. Demokrat mendorong perbatasan terbuka lebar di perbatasan Mexico dan menghapus kedaulatan AS4. Demokrat ingin menghapus “Bill of Rights” atau amandemen Amerika
  4. Demokrat Ingin menghapus polisi di wilayah ‘Sanctuary city’
  5. Mereka ingin mengganti bendera AS
  6. Mengakui Black Live Matters sebagai organisasi perusuh dan anarkis sebagia organisasi terbaik.

Oleh : Jerry Massie (Peneliti dan Pakar Politik AS)