KKN Kelompok 5 STKIP PGRI Pacitan Laksanakan Sosialisasi Mitigasi Bencana di Desa Sirnoboyo
PRABANGKARANEWS.COM || Pacitan, – Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana dikutip dari Undang-undang Nomor 24 tahun 2007.
Mengingat arti pentingnya mitigasi bencana terutama di wilayah Desa Srnoboyo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan yeng merupakan suatu Desa rawan bencana di Pacitan, menjadi alasan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana. Oleh sebab itu mahasiswa Kuliah Kerja nyata (KKN) kelompok 5 STKIP PGRI Pacitan, bersama Pemdes Desa Sirnoboyo, Karang Taruna bersama BPBD Desa Sirnoboyo mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana untuk meningkatkan budaya sadar bencana.
Kegiatan dibuka oleh Sekdes Desa Sirnoboyo yang mewakili Kades Desa Sirnoboyo berterima kasih atas inisiatif mahasiswa KKN kelompok 5 STKIP PGRI Pacitan yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana dengan mengundang fasilitator nasonal Mas Indar. Kegiatan yang diikuti 23 peserta pemuda Sirnoboyo, berlangsung di ruang diskusi Lantai 2 Balai Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, pada Jumat malam (27/2), secara resmi dibuka.
Ketua penyelenggara KKN STKIP PGRI Pacitan, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menginisiasi terwujudnya budaya sadar bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan tanggap bencana pemuda Sirnoboyo.
“Ke depan diharapkan pemuda Sirnoboyo dapat sigap dalam menghadapi bencana alam dan dapat mensosialisasikan budaya tanggap bencana kepada warga sekitarnya,”jelas Ketua Karang Taruna Desa Sirnoboyo.
Fasilitator kebencaan Mas Indar yang juga sebagai ketua BPBD Desa Sirnoboyo mengatakan bahwa budaya sadar bencana ini sangat penting bagi masyarakat karena dengan terbangunnya budaya sadar bencana akan meningkatkan kewaspadaan warga dan pemuda Sirnoboyo dalam mengatasi bencana alam.
“Pemuda dan warga Sirnoboyo harus memahami apa yang dinamakan budaya sadar bencana, hal ini sangat penting karena dengan sadarnya budaya sadar bencana setidaknya pemuda atau warga tahu apa yang harus dilakukan jika bencana alam terjadi di Sirnoboyo,” ujar mas Indar BPBD Sirnoboyo.
Di akhir kegiatan Mahasiswa KKN yang bekerja sama dengan BPBD Desa Sirnoboyo membuat video edukasi mitigasi bencana yang dilakukan di Sirnoboyo dan diperankan oleh Mahasiswa KKN kelompok 5.
“Dengan adanya video tersebut diharapkan dapat mempermudah pemahaman terkait budaya tanggap bencana dan edukasi mitigasi bencana kepada pemuda Sirnoboyo,” tutup Indar (*)
