“Nasi Tiwul” Makanan Khas Pacitan yang Digemari Semua Kalangan
PRABANGKARANEWS.COM || PACITAN – Menjelang hari jadi Pacitan tak ada salahnya kita mengenal salah satu makanan khas Pacitan yakni Nasi Tiwul. Pacitan adalah salah satu kabupaten yang dikenal dengan nama Kota Seribu Satu Goa, dengan berjuta pesona kekayaan alam gunung, laut, sungai, goa, pantai yang menjadi daya tarik kunjungan para wisatawan.
Walaupun Nasi Tiwul telah berkembang di wilayah Kab.Gunung Kidul dengan kreatifitas masyarakatnya berhasil menjadikannya menjadi Nasi Tiwul Instan. Selain itu juga dari berbagai pemberitaan di media Nasi Tiwul lebih identik denhgan makanan khas Gunung Kidul dan Wonogiri.
Nasi Tiwul juga sangat erat hubungannya dengan kehidupan sosial budaya Pacitan. Pegunungan Kars Pegunungan Kapur salah satu tanaman yang bisa tumbuh dengan subur adalah Tanaman Ketela Pohon. Yang merupakan bahan baku dari Nasi Tiwul. Oleh sebab itu Nasi Tiwul juga identik dengan Kab. Pacitan.
Oleh sebab itu tak ada salahnya penulis menjadikannya Nasi Tiwul sebagai salah satunya dengan kekayaan kuliner khas Pacitan. Oleh sebab itu tak heran Kabupaten Pacitan memiliki beraneka ragam kuliner yang begitu memikat hati masyarakat.
Rasanya yang begitu memanjakan lidah tentu menjadikan suatu daya tarik tersendiri bagi penikmatnya. Ada berbagai macam kuliner khas Pacitan, seperti Nasi Tiwul, Punten, Kupat Tahu, Sayur Kalakan, Cenil, Tahu Tuna, Sale Anggur, Kolong, dan lain sebagainya. Nah, pada artikel ini penulis akan membahas tentang Nasi Tiwul.
Makanan khas Pacitan salah satunya adalah nasi tiwul. Nasi Tiwul merupakan makanan pokok pengganti nasi yang berbahan dasar dari gaplek, yaitu umbi dari ketela pohon yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari.
Setelah kering lalu ditumbuk sedemikian rupa, sehingga menjadi tepung yang kemudian diberi sedikit demi sedikit air hingga membentuk butiran-butiran kecil dengan proses tradisional, lalu dikukus sampai matang. Biasanya nasi tiwul ini awalnya berwarna putih lalu setelah menjadi nasi berubah sedikit kecoklatan.
Nasi tiwul ini sudah menjadi makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari sebagai pengganti nasi, karena pada zaman dahulu untuk mendapatkan ketela pohon sangatlah mudah dan nasi tiwul juga terbukti menyehatkan. Ketela pohon ini biasa didapatkan di pekarangan rumah atau di kebun.
Makanan ini biasanya disajikan dengan beberapa lauk khas Pacitan, seperti ikan kelong goreng, ikan asin, tahu, tempe, dan peyek. Ditambah dengan sambal bawang dan sambal terasi. Bisa juga dipadukan dengan lalapan, seperti kemangi, timun, dan kacang panjang. Paduan nasi tiwul dengan aneka ragam lauk pauk menjadikan kuliner ini begitu nikmat ketika disantap.
Tambahan sayur oseng membuat nasi tiwul menjadi kaya rasa. Tak lupa paduan sambal akan semakin memanjakan lidah saat menikmati serta lalapan berupa potongan timun, kemangi, dan kacang panjang menjadi pelengkap untuk santapan ini.
Kuliner ini biasa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Baik orang tua, remaja, bahkan anak-anak juga menyukainya. Nasi tiwul cocok disantap ketika sedang santai berkumpul bersama keluarga, teman, dan juga kerabat. Paduan antara nasi tiwul, lauk pauk, sayur oseng, sambal, serta lalapan akan semakin membuat suasana menjadi hangat dan nikmat.
Rasa kangen akan nasi tiwul tentunya dialami sebagian orang terutama para perantau, karena kuliner ini memiliki bentuk dan rasa yang khas. Lidah serasa ingin segera dimanjakan dengan santapan nasi tiwul dan melahapnya sampai habis.
Hal ini akan terasa begitu nikmat jika ditambah lagi dengan hidangan kuliner lain yang lama tak mampir di lidah. Untuk mendapatkan nasi tiwul pun cukup mudah. Makanan ini bisa didapatkan di pasar-pasar yang ada di Pacitan dengan harga yang murah meriah dan tentunya mengenyangkan, nasi tiwul ini menjadikan santapan khas yang legendaris.
Saat ini banyak orang mulai memasarkan nasi tiwul sebagai menu tambahan atau menu utama dalam bisnis makanannya. Maka tak jarang apabila kita menemui ada rumah makan yang menjual nasi tiwul, bahkan ada juga yang menjualnya pula via online. Bahkan ada yang sudah membuka usaha di tiga tempat yang berbeda dengan mempertahankan nasi Thiwul sebagai salah satu andalannya.
Kuliner Thiwul dengan rasa khasnya bagi yang suka jika para wisatawan negeri maupun luar negeri dengan mudah menyusuri Kabupaten Pacitan. Insya Allah mudah untuk mendapatkan santapan ini.
Oleh sebab itu olahan nasi Tiwul dengan berbagai campuran dan inovasi perlu didukung. Hal ini akan membuat makanan pada zaman dahulu banyak dikonsumsi masyarakat Pacitan bisa terus dikenal pula oleh generasi saat ini dan generasi pada masa yang akan mendatang.
Jangan melupakan sejarah oleh khususnya sebagai pemuda Pacitan harus turut andil dalam melestarikan kekayaan kuliner bangsa Indonesia, yaitu nasi tiwul khas Pacitan.
Jangan biarkan makanan ini semakin lama tersingkirkan oleh kuliner-kuliner kekinian yang notabene mengandung banyak bahan pengawet yang tentunya tidak baik untuk kesehatan. Marilah kita bersama-sama lestarikan kuliner Pacitan agar anak cucu kita nanti bisa menikmati sajian khas yang begitu nikmat, serta agar mereka tau akan kekayaan kuliner khas Pacitan yang legendaris.
Oleh : Al Rifa Rahayu Dianthi
