Survei 52 Juta Orang Indonesia Konsisten Bermain Gim, Tantangan dan Peluang

Survei 52 Juta Orang Indonesia Konsisten Bermain  Gim, Tantangan dan Peluang
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || Survei ini memetakan kelompok usia pemain gim didominasi oleh milenial dengan rentang umur 26-37 tahun. Sekitar 68% dari kelompok tersebut memiliki pendapatan rata-rata Rp 10 juta per bulan, dikutip dari Katadata.co.id Sabtu (12/2/2022).

Hasil survei yang dilakukan p;eh Vero dan Decision Lab,  kepada 470 responden di Indonesia. Rata-rata responden berusia 16-41 tahun. Vero dan Decision Lab membagi responden ke dalam tiga kategori, yakni pemain gim (gamer), penonton gim (watcher) dan streamer.

Pendapatan anak-anak Milenial usia 26 – 37 tahun menjadi salah satu alternatif untuk mndapatkan pendapatan dari bermain Gim.  Hal inilah yang sebenarnya menjadi tantangan khususnya bagi pendidikan untuk mengarahkan dan membekali remaja milenial untuk bisa membagi waktu.

Baca Juga  Final SEA Games Timnas Lawan Thailand, Misi Raih Medali Emas Selama 32 Tahun

Riset menunjukkan bahwa setidaknya 52 juta orang Indonesia bermain gim secara konsisten. Kelompok usia pemain gim didominasi oleh milenial dengan rentang umur 26-37 tahun. Sekitar 68% dari kelompok tersebut memiliki pendapatan rata-rata Rp 10 juta per bulan.

Sekitar 82% pemain gim menyatakan bahwa mereka senang bermain sendiri dan terhubung dengan orang lain secara online. Sementara, 62% pemain gim bermain setidaknya sekali dalam sehari dengan durasi sekitar 1-3 jam setiap sesi.

Oleh sebab itu tantangan dalam merubah metode pembelajaran dengan belajar merdeka.  Siswa akan memilih bakat dan minatnya.  Namun tenaga pengajar juga harus selalu up date kebaruan biar bisa  bersaing dengan menariknya gim bagi generasi milenial.

Baca Juga  Pangdam I/BB; Pimpin Acara Tradisi Korp dan Sertijab Aslog Kasdam I/BB serta Kabekangdam I/BB

Jika kita melihat dari tingkatan kategori untuk menjadi pemain gim (gamer) diusia 26  – 37 tahun mereka terlebih dahulu harus melalui tahapan sebagai penonton gim dan streamer.  Usia mereka secara otomatis di bawah 26 tahun atau setidaknya usia sekolah.

Responden menyatakan bahwa perangkat favorit untuk bermain game adalah ponsel pintar atau smartphone, yakni 69%. Sementara 20% lainnya memilih komputer pribadi atau PC. Smartphone menjadi perangkat favorit mereka untuk akses gim yang sangat menarik disamping sarana untuk menyalurkan bakat juga bisa diproyeksikan untuk mendapatkan pendapatan.

Sedangkan, e-sport menurutnya menjadi platform potensial bagi brand. Berdasarkan riset, komunitas e-sports di Indonesia sebagian besar berada di Jakarta, diikuti oleh Surabaya dan Medan, dengan kelompok usia 26-37 tahun.

Baca Juga  DENNY JA; MAGNET HABIB RIZIEQ, KEKUATAN ELEKTORALNYA, DAN BANGSA YANG MENCARI IDENTITAS

Mayoritas responden meminati genre e-sports Multiplayer Online Battle Arena (MOBA). Sebagian lagi lebih menyukai gim olahraga dan strategi kehidupan nyata. Pentingnya sebuah dasar edukasi bagi anak-anak mileneal yang akan terjun dalam dunia digital.  Perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan managemen diri.

Perlunya pilihan gim yang diproduksi oleh anak bangsa yang di dalamnya terdapat pembelajaran nilai-nilai kearifan lokal Indonesia.  Syarat dengan nuansa ke Indonesiaan dalam rangka merawat NKRI.

Hal inilah yang yang seharusnya kita lakukan untuk membentengi generasi mileneal dari derasnya digitalisasi yang tidak bisa kita bendung.  Diperlukan kreatifitas dan inovasi terutama dalam mengajarkan anak-anak milenial nilai luhur bangsa dalam aplikasi gim. (Hendriyanto)