Inspiratif; Karang Taruna Nitikan Membuka Wahana Tubing & Rafting di Kali Santer, Plaosan, Magetan

Inspiratif; Karang Taruna Nitikan Membuka Wahana Tubing & Rafting di Kali Santer, Plaosan, Magetan
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || Magetan – Bermimpi desanya memiliki ikon wisata, Karang Taruna Nitikan Digdaya, Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, berusaha menggali potensi alam di desanya.

Akhirnya, tercetuslah memaksimalkan potensi Kali Santer. Sungai kecil yang melintas sebagian wilayah Nitikan itu, disulap menjadi Wahana Kelen. Bahasa kerennya, wisata tubing and rafting.

“Cita-cita kami sederhana, punya ikon pariwisata, seperti desa lain di Magetan. Setelah rembugan, kami berkeputusan memaksimalkan aliran kali Santer menjadi wahana wisata kelen,’’ ujar Suprapto, anggota Karang Taruna Nitikan Digdaya, dikutip dari istagram diskominfomagetan Jumat (11/03/2022).

Bermodal semangat dan gotong royong, mereka mulai memoles sungai kecil yang konon dibangun semenjak zaman Belanda tersebut. Mulai pengumpulan dana dan penyiapan trek “ngintir.”

Baca Juga  Gibran dan Teguh, Hitung Cepat Charta Politika Menang Pilkada Solo 2020

Buka sebelum masa pandemi Covid-19, Wisata Kelen River Tubing and Rafting sempat booming. Banyak wisatawan yang berminat dengan objek wisata baru ini. Namun, hempasan pagebluk membuat Karang Taruna Nitikan Digdaya ini menghentikan aktivitas alias tutup.

Sebenarnya, jika wisatawan ini menikmati sensasi ngintir di kali Santer ini, tak perlu merogoh biaya mahal. Cukup Rp5 ribu untuk durasi 30 menit. ‘’Pas sebelum pandemi, banyak yang berkunjung,’’ imbuh Debby Prayogo, anggota Karang Taruna Nitikan Digdaya yang lainnya.

Dari hasil tersebut, kawula muda yang berkecimpung di Wisata Kelen ini belum sepeserpun menikmati hasilnya. Mereka memilih dana yang terkumpul tersebut untuk pengembangan infrastruktur wahana. ‘’Hasil atau uang dari pengunjung itu kami kumpulkan,’’ kata Suprapto.

Baca Juga  Bupati Pacitan Indartato, Minta ASN Tidak Menolak Vaksinasi

Kemudian, mereka menggunakannya untuk membangun kamar mandi, mengecat dinding saluran, membuat aneka hiasan di sepanjang jalur ‘’ngintir’’. Juga untuk membeli ban bekas, helm pengaman, serta rompi pelampung. ‘’Tiap bulan kami juga lakukan evaluasi. Untuk pengembangan,’’ kata dia.

Pasca PPKM ini, tutur Debby, Wisata Kelen kembali buka. Setelah lama tutup lantaran pandemi. ‘’Ini kami kembali dari nol. Kami niati bersama agar Nitikan memiliki ikon wisata,’’ ungkap mereka berdua optimistis