Menkes 99 Balita Meninggal Ditemukan Kandungan Zat Berbahaya Merusak Ginjal
PRABANGKARANEWS.COM || Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan terdapat 99 balita meninggal, dengan hasil pemeriksaan medis ditemukan adanya kandungan zat kimia berbahaya yang merusak ginjal.
“Tapi intinya memang sudah ada 99 balita yang meninggal, dari 99 balita itu kita periksa ada kandungan zat kimia berbahaya di dalamnya. Kita ambil darahnya, kita periksa, kita liat, ada bahan bahan kimia berbahaya yang merusak ginjal,” kata Budi saat hadir dalam acara Hari Kesehatan Nasional ke-58 di Walantaka, Kota Serang Banten, Kamis (20/10).
Budi mengungkapkan pihaknya telah mendatangi rumah keluarga balita yang meninggal, dan meminta obat-obatan yang diminum. Dan diketahui bahwa obat-obat yang diminum juga mengandung bahan-bahan kimia berbahaya dilansir dari laman merdeka.com.
“Kemudian kita datangi rumahnya kita mintakan obat-obat yang diminum. Itu juga mengandung bahan-bahan tersebut. Jadi sekarang kita berkoordinasi dengan BPOM, supaya bisa cepat dipertegas itu obat-obat yang mana yang harus kita tarik,” bebernya.
Budi mengungkapkan kematian bayi per bulan, yang telah dideteksi mencapai 35 balita. “Tapi karena kasus ini meninggalnya puluhan per bulan dan telah terdeteksi perkiraannya sekitar 35 per bulan. Namun banyak rumah sakit sudah mulai agak penuh disebabkan pasien rujukan. Saya rasa yang meninggalnya lebih dari angka tersebut per bulan,” ujarnya.
Budi mengatakan pihaknya mengambil tindakan preventif agar tidak bertambah korban balita.
“Kami mengambil tindakan preventif, kita tahan dulu sementara, supaya tidak bertambah lagi korbannya balita balita kita. Kita hanya menahan obat untuk dihentikan peredarannya jika lebih detailnya obat apa itu urusan BPOM. Kita mengambil tindakan preventif yakni dokter dan apotek-apotek jangan dulu dijual sampai nanti BPOM memastikan obat-obat mana yang sebenarnya berbahaya. Kenapa kita ambil begitu, setiap kita nunda dua atau tiga bayi meninggal. Jadi kita mengambil tindakan yang lebih hati hati,” ujarnya.
