Kebakaran Depo Plumpang, Yakub Ismail: Cari Solusi Lebih Penting daripada Saling Menyalahkan

Kebakaran Depo Plumpang, Yakub Ismail:  Cari Solusi Lebih Penting daripada  Saling Menyalahkan
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || Jakarta – Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail angkat bicara perihal imbas bencana kebakaran kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.

Yakub menilai, mencari solusi atas musibah tersebut jauh lebih baik daripada saling menyalahkan atau mencari kambing hitam di balik bencana ini.

“Saya kira yang jauh lebih penting saat ini ialah mencari solusi, bukan saling menyalahkan satu sama lain,” kata Yakub di Jakarta, Minggu (5/3).

Yakub mengatakan itu untuk menanggapi pihak-pihak yang meminta agar Nicke Widyawati selaku Direktur Utama PT. Pertamina mundur dari jabatannya.

Nicke didesak mundur lantaran dianggap gagal dalam mengelola manajemen kecelakaan kerja. Apalagi, kelompok yang meminta Nicke mundur melihat masalah ini bukan pertama kali kejadian, melainkan sudah berkali-kali.

Baca Juga  Polres Probolinggo; Manajer Wedding Organizer Tersangka dalam Kasus Kebakaran Hutan di Bromo

Kendati begitu, bagi Yakub human error merupakan sesuatu yang lumrah pada diri setiap orang. Sehingga tidak tepat menyalahkan seseorang karena kesalahan yang dilakukannya.

“Apalagi kalau itu bukan karena faktor kesengajaan ataupun kelalaian, melainkan karena murni bencana. Sehingga dalam konteks ini, yang tepat adalah mencari akar persoalan bagaimana pembenahannya ke depan, bukan meminta yang bersangkutan mundur dari tanggung jawab,” kata Yakub.

Yakub meyakini penyebab kebakaran Depo Pertamina Plumpang ini akan dilakukan investigasi mendalam oleh pihak berwenang untuk mengungkap akar masalahnya.

“Untuk itu, kita harapkan tidak ada lagi goreng-menggoreng. Semua kita serahkan ke penegak hukum untuk mengungkap siapa-siapa yang bersalah dalam perkara ini. Kita tidak perlu mendahului kewenangan penegak hukum,” pungkasnya. (*)

Baca Juga  Firman Wijaya Terpilih Jadi Ketua Umum MAHUPIKI Gantikan Yenti Garnasih