Konservasi Cagar Budaya Arca Dwarapala dan Candi Sumberawan di Kabupaten Malang
PRABANGKARANEWS || Kegiatan konservasi di Arca Dwarapala dan Candi Sumberawan di Kabupaten Malang dilaksanakan selama 5 hari kerja dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme jenis lumut alga, lumut, dan lichen. Hal ini bertujuan agar cagar budaya tetap terjaga kelestariannya dan kerusakan lebih lanjut dapat dihambat, sehingga nilai-nilai penting dari situs bersejarah tersebut dapat terus terjaga dan bahkan dikembangkan untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, dilansir dari BPK-Wilayah-XI Jum’at (28/7/2023).
Pelaksanaan kegiatan konservasi dilakukan dengan beberapa langkah sebagai berikut:
- Penyemprotan Minyak Atsiri Sereh Wangi: Pertama, dilakukan penyemprotan minyak atsiri jenis sereh wangi dengan konsentrasi sebesar 10%. Minyak atsiri ini berfungsi untuk membunuh mikroorganisme yang ada di permukaan cagar budaya sebelum dilakukan pembersihan mekanis kering dan basah. Dengan cara ini, spora dan mikroorganisme lainnya tidak akan menyebar ke area lain selama proses pembersihan.
- Pembersihan Mekanis Kering: Setelah penyemprotan minyak atsiri, dilakukan pembersihan mekanis kering menggunakan berbagai alat seperti sikat lembut, kuas, dan alat lain yang sesuai. Pembersihan ini bertujuan untuk menghilangkan lumut, alga, dan lichen yang sudah mati akibat penggunaan minyak atsiri sebelumnya. Proses pembersihan mekanis kering akan membantu mengangkat sisa-sisa mikroorganisme dan kotoran lainnya dari permukaan cagar budaya.
- Pembersihan Mekanis Basah: Selanjutnya, dilakukan pembersihan mekanis basah menggunakan air bersih dan mungkin juga bahan kimia yang aman untuk cagar budaya. Pembersihan basah ini akan membantu membersihkan lebih lanjut permukaan cagar budaya dari kotoran dan sisa-sisa mikroorganisme yang masih menempel setelah pembersihan kering.
- Penyemprotan Kembali Minyak Atsiri: Sebagai tahap terakhir, dilakukan penyemprotan kembali minyak atsiri dengan konsentrasi yang sesuai pada permukaan cagar budaya. Penyemprotan ulang ini bertujuan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme kembali setelah proses pembersihan selesai. Dengan demikian, penghambatan pertumbuhan lumut, alga, dan lichen akan tetap berlangsung dalam jangka waktu tertentu setelah konservasi selesai dilakukan.
Dengan melalui langkah-langkah di atas, diharapkan bahwa kegiatan konservasi di Arca Dwarapala dan Candi Sumberawan dapat berhasil menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang merusak dan menjaga kelestariannya. Dengan menjaga keaslian dan keindahan cagar budaya ini, nilai-nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya dapat terus diapresiasi dan dinikmati oleh masyarakat serta menjadi sumber kesejahteraan bagi mereka.
