Ujian Doktor Hasan Khalawi; Menyingkap Rahasia Tanda-Tanda Ilahi “Analisis Semiotik Perbandingan antara Pemikiran Islam dan Barat melalui Risale-i Nur”

Ujian Doktor  Hasan Khalawi; Menyingkap Rahasia Tanda-Tanda Ilahi “Analisis Semiotik Perbandingan antara Pemikiran Islam dan Barat melalui Risale-i Nur”
SHARE

PRABANGKARANEWS || PONOROGO – Pada hari Sabtu, tanggal 28 Oktober 2023,  Hasan Khalawi akan mempertahankan disertasinya di sidang “Oral Defense of Doctoral Dissertation” di Program Pascasarjana Aqedah and Islamic Philosophy, University of Darussalam Gontor. Disertasinya berjudul “Menyingkap Rahasia Tanda-Tanda Ilahi: Analisis Semiotik Perbandingan antara Pemikiran Islam dan Barat melalui Risale-i Nur.”

Kandidat Doktor Hasan Khalawi akan menambah jumlah Doktor di STKIP PGRI Pacitan.  Prabangkaranews mengucapkan selamat kepada kolega sahabat tercinta dan murid tersayang yang telah berhasil menempuh studi Doktoral.  Sukses selalu untuk ilmunya semoga barokah.

Dalam disertasinya, Hasan Khalawi memperkenalkan Risale-i Nur sebagai sebuah tafsir spiritual yang menguraikan, membuktikan, dan menjelaskan dengan bukti-bukti yang kuat mengenai kebenaran al-Quran terutama dalam konteks iman dan tauhid. Poin menarik dari penelitian ini adalah bagaimana Bediuzzaman Said Nursi, dengan pendekatan analisis semiotik yang unik, menyelidiki tanda-tanda alam, yang dalam konteks Barat disebut sebagai semiotika, bersamaan dengan Model Logika Fuzzy, untuk mengungkap makna yang mendalam.

Baca Juga  Ikuti Event Gowes di Surabaya, Danrem 081/DSJ Gelorakan Semangat Ojo Kendor

Perbedaan mendasar antara pemikiran Islam dan Barat adalah bahwa ilmuwan Barat telah berusaha menjelaskan realitas dan kebenaran entitas tanda melalui semiotika dan teori Model Logika Fuzzy, yang sering lebih terfokus pada urusan duniawi dan kurang pada makna hakiki. Penelitian ini mengungkapkan bahwa tanda-tanda di sekeliling kita adalah wahyu Tuhan, mengandung pesan hakiki dan pengetahuan tentang kebenaran Tuhan yang harus dipahami.

Hasan Khalawi menggunakan paradigma post-positivisme dengan metode kuasi-kualitatif, yang mencakup rekonstruksi teori melalui dialog kritis. Peneliti mengintegrasikan pandangan dunia Islam dan Barat dengan menganalisis Risale-i Nur untuk mengungkap makna tersembunyi dan merekonstruksi teori baru yang merujuk pada Islam.

Penelitian ini mengungkap bahwa makna tanda-tanda alam dalam Risale-i Nur adalah manifestasi dari kesempurnaan semua Nama-Nama Tuhan, dengan implikasi praktis untuk pendidikan yang melahirkan “semiosis Islam.” Semiosis ini mengusung pemaknaan holistik dan khusus yang sesuai dengan prinsip-prinsip ontologis, epistemologi, dan nilai-nilai utama Islam. Dari sini, lahir “teori tanda Islam” dan “semiotika Islam” sebagai bidang studi baru dengan cabang-cabang seperti semantik Islam, pragmatik Islam, sintaksis Islam, biosemiotika Islam, dan bidang lain yang lebih luas lagi. (*)

Baca Juga  Bu Nyai Hj Munjidah Wahab Calon Ketua DPW PPP Jatim