Arca Dwarapala: Dari Temuan Hingga Penempatan di Pengelolaan Informasi Majapahit
PRABANGKARANEWS || BPK_XI – Arca Dwarapala yang kini ditempatkan di halaman parkir depan Pengelolaan Informasi Majapahit (PIM) memiliki sejarah yang panjang. Arca ini awalnya ditemukan di Desa Mojopuro Wetan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada tahun 2002 dalam keadaan roboh. Setelah diregistrasi dengan nomor inventaris 18/GRS/2002, arca tersebut dipindahkan ke Museum Sunan Giri Gresik selama satu tahun untuk diselamatkan.
Namun, keberadaan Arca Dwarapala di museum menyebabkan polemik, dan pada tahun 2006/2007 arca tersebut dipindahkan ke Pengelolaan Informasi Majapahit (PIM) Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI di Trowulan. Menurut Kamus Istilah Arkeologi, Arca Dwarapala adalah arca penjaga pintu gerbang yang memiliki sifat magis sebagai penolak bahaya.
Arca Dwarapala yang menjadi koleksi PIM terdiri dari 21 buah, sebagian besar terbuat dari batu andesit (14 buah) dan batu putih (7 buah). Ada 4 arca dengan posisi berdiri dan 16 arca yang duduk jongkok, sementara satu arca lainnya merupakan fragmen dan sikap tubuhnya tidak diketahui. Arca Dwarapala memiliki fungsi sebagai penolak bala dan seringkali digambarkan dengan mata melotot serta salah satu tangan memegang gada, sesuai dengan deskripsi dalam Vademekum Benda Cagar Budaya.
