Upaya Penurunan Prevalensi Stunting di Ponorogo Menuju Angka Satu Digit: Langkah Strategis dan Kerjasama Terpadu
PRABANGKARANEWS || PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo telah berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar 5,8 persen menjadi 14,2 persen pada tahun 2022. Bupati Sugiri Sancoko menargetkan angka stunting di bawah 10 persen berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2023. Upaya penanganan stunting di Ponorogo telah melibatkan berbagai pihak, termasuk camat, kepala desa, lurah, dan bidan desa.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Ponorogo, Henry Indra Wardhana, menjelaskan bahwa mereka telah menggelar rembuk stunting secara berkala di setiap kecamatan. Acara tersebut melibatkan berbagai pihak seperti akademisi, bidan desa, tim penggerak PKK, camat, dan kepala desa untuk membahas penanganan stunting pada anak balita.
Henry menyatakan bahwa target Pemkab Ponorogo adalah mencapai angka stunting satu digit pada tahun 2024 sesuai instruksi dari Bupati. Untuk mencapai target tersebut, mereka telah melaksanakan sejumlah program, termasuk pengerahan 751 tim pendamping keluarga yang mendatangi langsung rumah keluarga dengan anak balita berisiko stunting. Selain itu, audit stunting dilakukan secara berkala berdasarkan hasil bulan timbang, dan jumlah desa atau kelurahan yang menjadi locus penanganan stunting juga ditambah dari 15 menjadi 25, dikutip dari Ponorogo.go.id, Sabtu (30/3/24).
Rembuk stunting menjadi langkah strategis untuk membahas treatment yang tepat dalam mengatasi stunting di setiap locus yang ada. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat membantu Ponorogo mencapai target angka stunting satu digit pada tahun 2024.
