Jumat Asyuro Agung di Pacitan: Refleksi Spiritual dan Keberagaman Budaya
PRABANGKARANEWS || Kegiatan Jumat Asyuro Agung yang dilaksanakan oleh karyawan dan pegawai Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan berlangsung dengan khidmat di alun-alun sebelah timur Kabupaten Pacitan pada hari Jum’at (12/7/24).
Acara ini merupakan momen penting pegawai dan karyawan Dinas Perputakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan untuk berkumpul dan mempererat tali silaturahmi sambil melestarikan tradisi lokal. Keberadaan alun-alun sebagai tempat pelaksanaan menambah nilai historis dan spiritual kegiatan ini. Alun-alun sejak dulu mempunyai nilai historis dan simbol bagi keberadaan kadipaten Pacitan.
Dalam kesempatan tersebut, Taufan, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, memberikan pesan yang mendalam tentang makna kehidupan dan spiritualitas. Ia menekankan bahwa setiap ujian dan tantangan yang dihadapi manusia sejatinya adalah bentuk pengujian dari Tuhan. Pesannya menggugah kesadaran bahwa kehidupan ini adalah perjalanan spiritual yang memerlukan keteguhan hati dan keikhlasan dalam menjalani setiap laku kehidupan.
Acara ini juga menjadi wadah untuk merenungkan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam ajaran Islam. Taufan mengingatkan pentingnya menjaga dharma dan menjalani kehidupan dengan luhuring pangastuti, yaitu mengedepankan nilai-nilai kebaikan dan kebijaksanaan. Semua ini, menurut Taufan, adalah bentuk ibadah kepada Gusti Pangeran Allah SWT, Tuhan yang menguasai bumi dan langit serta segala isinya.
“Apapun sandanganipun Jagad ing niro Kabeh sejatinipun lan hakikatipun awujud “uji lan ojo ning Dharmo ning laku luhuring pangastuti ing sangkan paring dumadi gusti Pangeran Allah SWT, sesembahan bumi langit sak isinipun”
Artinya “Apapun yang ada di dunia ini, semua pada dasarnya dan sejatinya adalah sebuah ujian dan cobaan. Jangan pernah meninggalkan nilai-nilai dharma (kebaikan) dalam setiap langkah hidup, dengan penuh kebijaksanaan dan kesucian, yang semua itu diberikan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT, yang merupakan penguasa bumi dan langit beserta segala isinya.”
“Dengan kata lain, ungkapan tersebut mengingatkan kita untuk melihat semua hal di dunia ini sebagai ujian dari Tuhan, dan untuk selalu menjalani hidup dengan memegang teguh nilai-nilai kebajikan dan kebijaksanaan, sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT,” jelas Taufan.
Jumat Asyuro Agung di Pacitan bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan untuk menghayati dan merayakan keagungan Tuhan. Dengan demikian, acara ini berhasil menciptakan harmoni dan memperkuat rasa persatuan di antara karyawan dan pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pacitan.
