Festival Ngopi Sepuluh Ewu: Tradisi Osing yang Penuh Kehangatan di Desa Kemiren, Banyuwangi
BANYUWANGI (PRABANGKARANEWS) – Berwisata ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, belum lengkap rasanya jika tidak mampir menikmati kopi khas Desa Adat Kemiren. Desa ini, yang hanya berjarak sekitar 10 menit dari pusat Kota Banyuwangi, merupakan pusat budaya Suku Osing, penduduk asli Banyuwangi.
Setiap tahun, warga Desa Kemiren merayakan ulang tahun desanya dengan menyelenggarakan berbagai acara seni dan budaya khas Osing, salah satunya adalah Festival Ngopi Sepuluh Ewu—tradisi minum sepuluh ribu cangkir kopi. Festival ini telah digelar rutin sejak tahun 2014 dan selalu ditunggu-tunggu para wisatawan yang ingin menikmati suasana kebersamaan sambil menyeruput kopi khas Desa Kemiren.
Warga Desa Kemiren yang sebagian besar berasal dari Suku Osing memiliki tradisi menyajikan kopi sebagai tanda penghormatan kepada setiap tamu yang berkunjung. Festival ini digelar di sepanjang jalan utama desa, di mana rumah-rumah penduduk diubah menjadi “warung kopi” dadakan. Para tamu disambut dengan berbagai jenis kopi, dari kopi arabika dan robusta hingga racikan khas dari warga setempat, ditemani dengan aneka kudapan tradisional, dilansir dari Antara, Minggu (10/11/24).
Tradisi ngopi bersama ini bukan sekadar acara minum kopi, melainkan ajang silaturahmi yang penuh kehangatan, mengumpulkan teman lama dan keluarga dalam suasana kebersamaan. Sebagai bagian dari Banyuwangi Festival, Ngopi Sepuluh Ewu menjadi kesempatan untuk menampilkan nilai-nilai luhur Suku Osing, yakni keramahan dan penghormatan kepada tamu.
Festival ini, yang diadakan bertepatan dengan Hari Jadi Desa Kemiren pada tanggal 5 November 2024, mempererat rasa persaudaraan dan menegaskan nilai kebersamaan masyarakat Osing yang menjunjung tinggi penghargaan terhadap tamu layaknya keluarga sendiri. (Novi Husdinariyanto/Antara)
