Sukatman, seorang peternak di Desa Tamansari, pada Sabtu (4 Januari 2024), menyampaikan kekhawatirannya: “Virus ini bukan sekadar virus biasa, tetapi sangat mematikan dan merugikan peternakan. Jika tidak ditangani dengan baik, hewan ternak yang terinfeksi bisa menyebabkan kerugian besar bagi peternak yang menggantungkan hidupnya dari ternak.”
Namun, ia juga mengkritik pendekatan masyarakat yang terlalu bergantung pada dokter hewan: “Untuk mengobati virus ini, sebenarnya alam menyediakan berbagai rempah sebagai obat. Sayangnya, masyarakat lebih memilih menunggu dokter hewan daripada memanfaatkan bahan alami yang ada di sekitar kita.”
Sukatman menegaskan bahwa bahan-bahan seperti kunyit, temu lawak, daun binahong, daun dadap, bawang putih, cabe, garam, gula jawa, dan jahe memiliki potensi untuk melawan virus PMK. Ia mendorong pemerintah dan masyarakat untuk lebih sadar dan memanfaatkan kekayaan alam tersebut sebagai bagian dari upaya melawan wabah.
Dengan memanfaatkan solusi alami, wabah ini bisa menjadi pengingat penting akan peran alam dalam menyediakan sumber daya yang melimpah untuk kelangsungan hidup manusia dan hewan. Pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama demi keberlanjutan generasi mendatang.
Pewarta: :Adi Prastyo – PJKR STKIP PGRI Pacitan