Studi Banding Dinas Perpustakaan Gunung Kidul ke Pacitan: Inspirasi dari Ensiklopedia Situs Pacitan

Studi Banding Dinas Perpustakaan Gunung Kidul ke Pacitan: Inspirasi dari Ensiklopedia Situs Pacitan
SHARE

PACITAN (PRABANGKARANEWS) –  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, melakukan kunjungan studi banding ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis (6/2/25). Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Amat Taufan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi generasi muda Indonesia.

Sebagai bagian dari kunjungan, Amat Taufan menyerahkan cinderamata berupa buku “Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri”, yang disambut dengan antusias oleh tim dari Gunung Kidul. Mereka merasa kagum dengan buku tersebut dan tertarik untuk membuat karya serupa yang mengangkat kekayaan sejarah dan budaya di daerah mereka.

Baca Juga  Senator Fachrul Razi Kembali Meraih Penghargaan Tokoh Pemimpin Muda Indonesia 2022

Menurut Dr. Agoes Hendriyanto, penulis buku ensiklopedia tersebut, Amat Taufan adalah sosok kepala dinas yang memiliki kepedulian tinggi terhadap literasi budaya bagi generasi mendatang. Meskipun dengan keterbatasan anggaran, Amat Taufan tetap berkomitmen menulis buku sendiri sebagai bentuk kontribusi bagi pelestarian warisan budaya.

Buku ini bahkan telah menarik perhatian pihak dari Kalimantan dan Sumatera yang ingin menjadikannya sebagai inspirasi dalam melestarikan adat dan budaya leluhur Nusantara. Melalui inisiatif ini, Amat Taufan berharap semakin banyak daerah yang terdorong untuk mendokumentasikan sejarah dan warisan budayanya demi memperkaya khasanah literasi Indonesia.

Amat Taufan berkolaborasi dengan Agoes Hendriyanto 2 tahun bisa cetak  3 buku terkait dengan budaya Pacitan yakni: Ensiklopedia Situs Pacitan: Kota Misteri, Situs Watupatok, Sejarah Pacitan yang Terlupakan, ENSIKLOPEDIA LANJUTAN; SITUS PACITAN KOTA MISTERI.  

Baca Juga  Cara Danrem 081/DSJ Wujudkan Kebersamaan dengan Anggotanya

“Semoga 3 buku tersebut bisa menjadi pengingat generasi muda bahwa Pacitan punya sejaran yang panjang, yang oerlu ditelusuri jejaknya oleh generasi yang akan datang,” tutup Agoes Hendriyanto.