Masa Depan Dolar Singapura: Menuju Kesetaraan Nilai dengan Dolar Amerika
PRABANGKARANEWS – Menurut Mansoor Mohi-uddin, Kepala Ekonom Bank of Singapore, kemungkinan dolar Singapura mencapai nilai setara (paritas) dengan dolar AS dalam masa hidup kita bukan lagi gagasan yang mustahil, terutama seiring terjadinya pergeseran struktural jangka panjang dalam dinamika ekonomi global serta kehati-hatian fiskal Singapura yang terus memperkuat kredibilitas mata uang lokal.
Saat ini, dolar Singapura diperdagangkan sekitar S$1,35 per US$1. Namun, nilai mata uang ini telah menguat secara stabil selama beberapa dekade terakhir karena surplus yang konsisten, inflasi yang rendah, dan reputasi stabilitas moneter—faktor-faktor yang oleh Mohi-uddin dianggap sangat krusial dan membedakan Singapura dari banyak pasar negara berkembang maupun negara maju lainnya.
Ia berpendapat bahwa konvergensi nilai ini bisa secara realistis terjadi dalam masa hidup generasi muda, terutama jika dolar AS mengalami depresiasi secara bertahap akibat defisit fiskal yang terus meningkat dan melemahnya dominasi global. Sementara itu, Singapura terus mempertahankan pengelolaan makroekonomi yang disiplin, cadangan devisa yang terdiversifikasi, serta kebijakan nilai tukar berbasis keranjang mata uang yang dijalankan oleh Monetary Authority of Singapore.
Pandangan ini sejalan dengan proyeksi jangka panjang yang dipublikasikan dalam laporan institusional Bank of Singapore, yang menyoroti pergeseran cadangan global dan arus keuangan menuju Asia—yang semakin mempercepat momentum penguatan dolar Singapura sebagai aset lindung nilai (safe-haven), dilansir dari Seasia.News Selasa (13/5/25).
Meskipun paritas tidak diperkirakan terjadi dalam waktu dekat, pernyataan ini mencerminkan perubahan simbolis dalam cara analis memandang mata uang regional seperti dolar Singapura—bukan sekadar alat transaksi nasional, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam penyeimbangan ekonomi global jangka panjang.
