Menuju Spektakuler: Persiapan Workshop dan Launching Buku Wayang Beber Tawangalun di Museum Song Terus

Menuju Spektakuler: Persiapan Workshop dan Launching Buku Wayang Beber Tawangalun di Museum Song Terus
SHARE

PRABANGKARANEWS, Pacitan – Upaya pelestarian budaya lokal terus digelorakan. Salah satunya melalui kegiatan Workshop dan Launching Buku Wayang Beber Tawangalun, bagian dari Program Dokumentasi Karya/Pengetahuan Maestro yang diusung oleh penggiat dan Pewaris Wayang Beber Tri Hartanto bekerja sama dengan Museum Song Terus, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan.

Pada Selasa (20/5/2025), Tri Hartanto penggiat Wayang Beber Tawangalun penerima hibah dana Indonesiana kategori Dokumentasi Karya dan Pengetahuan Maestro  menjalin kerjasama untuk laksanakan kegiatan launching dan pertunjukan replika Wayang Beber 2 gulung dengan Museum Song Terus.

Tri Hartanto  memimpin rapat  koordinasi persiapan di lokasi kegiatan, Museum Song Terus. Dalam pertemuan tersebut, mereka memaparkan maksud kunjungan serta menjalin mufakat dengan pihak museum terkait waktu dan teknis pelaksanaan.

“Kami ingin memastikan kegiatan ini tak hanya menjadi rutinitas, tapi menjadi peristiwa budaya yang menginspirasi dan berdampak, khususnya untuk pelestarian Wayang Beber Tawangalun,” ujar Dr. Agoes, salah satu akademisi.

Baca Juga  Agus Harimurti Yudhoyono Dedikasikan Wisuda Doktor untuk Almarhumah Ani Yudhoyono

“Apalagi Wayang Beber Tawangalun Pacitan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia,  merupakan tiga di dunia yang telah berusian 333 tahun, dengan yang ada di Candra Sengkolo yang berbunyi “gawe Serabi Jinamah Wong” atau 1614 Saka atau 1692 M ,” jelas Tri Hartanto pewaris Wayang Beber Tawangalun.

Kepala Unit Museum Song Terus, Haris Rahmanendra, S.S.,M.A., menyambut hangat inisiasi ini. Dalam sambutannya, ia menyatakan kesediaan penuh mendukung kegiatan tersebut. “Waktunya kami ikut  27199_DKPM_Tri Hartanto, sebagai penerima hibah. Tapi satu hal: acara ini harus spektakuler, jangan biasa-biasa saja,” tegas Haris, memicu semangat tim dalam rapat persiapan.

Tri Hartanto pewaris artefact  menjelaskan pada rapat persiapan bahwa Wayang Beber Tawangalun sendiri merupakan salah satu dari tiga wayang beber tertua di dunia. Diciptakan pada tahun 1692 Masehi, artefak ini menjadi kekayaan budaya yang tidak ternilai. Dua wayang beber lainnya saat ini tersimpan di Museum Leiden, Belanda dan di Gunungkidul, Yogyakarta. Keunikan Wayang Beber Tawangalun menjadikannya pusat perhatian dalam upaya dokumentasi dan regenerasi nilai-nilai budaya tradisional.

Baca Juga  Peningkatan Transaksi UMKM di Jawa Timur Melalui E-Purchasing Mencapai Rp1,12 Triliun

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa kegiatan akan dilaksanakan pada Rabu, 11 Juni 2025. Agenda mencakup Workshop Wayang Beber, dengan kegiatan menggambar dan mewarnai yang terbuka untuk pelajar SD/MI, serta Launching Buku dan Duplikasi Wayang Beber yang akan berlangsung di Auditorium  Museum Song Terus berkapasitas 63 kursi, yang sangat representatif untuk kegiatan diskusi dan workshop.

Workshop nanti ada dua kegiatan yakni menggambar dan mewarnai yang akan dipandu oleh @farisWibisono dari WayangGrebel.  kegiatan ini akan diikuti oleh siswa/siswi SD/MI untuk kelas rendah nanti lomba mewarnai dan kelas tinggi nanti lomba menggambar.

Tri Hartanto menjelaskan bahwa peserta akan diberikan sertifikat dan disediakan tropi dan uang pembinaan bagi juara 1,2,3 untuk lomba mewarnai dan 1,2,3 untuk lomba menggambar.

Baca Juga  PIDERA MUSICA Gelar Kompetisi Menyanyi “Mencari Bintang Pentas” di Pacitan

Kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, namun juga menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya sejak dini. Setelah sesi diskusi, tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi yang akan digunakan sebagai venue kegiatan.

Tri Hartanto penerima Kategori Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro dengan judul “Duplikasi Wayang Beber  Tawangalun, Donorojo” yang didani oleh Kemenkebud, Dana Indonesia dan LPDP, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak sehingga bisa merencanakan kegiatan yang akan direncanakan 11 Juni 2025.

Sebagai penutup, pihak Museum Song Terus sepakat akan membantu publikasi acara ini setidaknya dua minggu sebelum pelaksanaan. Semangat kolaboratif ini menjadi tanda bahwa sinergi antara komunitas pelestari budaya dan lembaga pemerintah masih sangat kuat di Pacitan.

“Kegiatan ini harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali warisan visual dan naratif Wayang Beber yang telah berusia ratusan tahun, agar terus lestari dan dikenal generasi masa kini,” pungkas Dr. Agoes Hendriyanto.