Angkatan Udara Filipina Tertarik Pesawat Tempur Mitsubishi F-2 Jepang: Langkah Strategis Hadapi Ketegangan Indo-Pasifik
PRABANGKARANEWS – Angkatan Udara Filipina (PAF) secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka sedang aktif mengevaluasi jet tempur multirole Mitsubishi F-2 buatan Jepang sebagai bagian dari strategi pengadaan pesawat tempur generasi berikutnya, sesuai dengan doktrin pertahanan kepulauan negara tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala PAF Letjen Arthur Cordura di Pangkalan Udara Villamor, Kota Pasay.
Pengumuman ini datang di tengah meningkatnya tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik, khususnya di Laut Filipina Barat, di mana ketegangan antara Tiongkok dan negara-negara tetangganya terus memanas. Analis pertahanan Chester Cabalza menyebutkan bahwa “F-2 akan memberikan kemampuan kekuatan penangkal yang kredibel bagi PAF, bukan sekadar tameng pertahanan.”
Mitsubishi F-2 menawarkan kemampuan superior, termasuk radius tempur sejauh 833 kilometer, luas sayap 25% lebih besar dibandingkan F-16, dan kompatibilitas dengan persenjataan canggih seperti rudal udara-ke-udara jarak jauh AAM-4B dan rudal anti-kapal supersonik ASM-3—menjadikannya sangat cocok untuk operasi pertahanan maritim, dilansir dari unggahan @Seasia.news Minggu (29/6/25).
Rencana pengadaan ini, yang diperkirakan mencapai nilai 120 juta dolar AS per unit, akan menjadi tonggak bersejarah sebagai ekspor pertama pesawat tempur buatan Jepang. Ini juga mencerminkan perubahan arah kerja sama pertahanan antara Jepang dan Filipina, dari sekadar “bantuan dan saran” menjadi “pertahanan bersama dan pembangunan kapabilitas,” menurut mantan Menteri Pertahanan Jepang, Satoshi Morimoto.
Langkah strategis ini sejalan dengan Horizon 3 dalam Program Modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina yang telah diperbarui (2023–2028), serta menandai transformasi Filipina dari aktor militer yang reaktif menjadi lebih proaktif. Hal ini sekaligus menantang narasi dominasi tak terelakkan Tiongkok di Laut Cina Selatan dan memperkuat kemampuan pencegahan kawasan.
