Desa Sirnoboyo Terpilih Jadi Desa Berdaya Tematik, Dapat Dana BKK dari Pemprov Jatim
PRABANGKARANEWS, PACITAN– Pemerintah Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, menggelar kegiatan Sosialisasi Desa Berdaya Tematik pada Rabu (25/6/2025) di ruang pertemuan desa. Kegiatan dihadiri BPD, Perangkat Desa, kasun, Ketua RT. karang taruna, Ketua BUMDes dan tokoh masyarakat. Acara ini menjadi bagian dari implementasi program bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada desa-desa yang telah mencapai status Desa Mandiri.
Kepala Desa Sirnoboyo, Eko Haryono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa Desa Sirnoboyo sebenarnya juga mendapatkan tawaran program Kampung Nelayan, namun terkendala syarat penyediaan lahan seluas satu hektar sehingga tidak dapat direalisasikan.
“Alhamdulillah, meski tidak bisa merealisasikan Kampung Nelayan karena kendala lahan, kami tetap bersyukur karena Desa Sirnoboyo terpilih sebagai penerima program Desa Berdaya Tematik,” ujar Eko.
Dalam kegiatan tersebut, pemateri dari PMD Kabupaten Pacitan, Novi Wardani — yang juga warga asli RT IV Dusun Ngemplak, Desa Sirnoboyo — menjelaskan bahwa program Desa Berdaya Tematik ini bertujuan menggali dan mengembangkan potensi lokal, salah satunya sektor hasil laut yang menjadi keunggulan Desa Sirnoboyo.
Dari 167 desa di Kabupaten Pacitan, hanya dua desa yang mendapatkan dana berdaya dari Pemprov Jawa Timur, yakni Desa Sirnoboyo dan Desa Pakisbaru. Hal ini menjadi bentuk reward dari Pemprov Jatim atas capaian indikator Desa Mandiri, di mana Desa Sirnoboyo telah berhasil mencapai skor indikator lebih dari 1000.
Awalnya, ada lima desa yang diusulkan untuk program ini, namun hanya dua yang memenuhi seluruh persyaratan.
Salah satu bentuk konkret dari program ini adalah pembangunan greenhouse untuk proses pembibitan padi dan tanaman pangan lainnya dengan total anggaran Rp100 juta, yang terdiri atas Rp90 juta untuk pembangunan fisik dan Rp10 juta untuk biaya operasional.
Selain itu, program ini juga menyentuh ketahanan pangan desa, dengan tiga indikator utama:
-
Ketersediaan pangan,
-
Distribusi pangan,
-
Diversifikasi pangan.
Bersamaan dengan kegiatan ini, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sumber Makmur Desa Sirnoboyo juga disiapkan menjadi mitra pelaksana utama dalam menjalankan program Desa Berdaya.
Agoes Hendriyanto yang mewakili Ketua BPD Desa Sirnoboyo yang berhalangan, melalui program ini, Desa Sirnoboyo diharapkan mampu meningkatkan jejaring, memperkuat status sebagai desa mandiri, serta mengoptimalkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.
“Bantuan BKK dari Provinsi Jawa Timur dalam program berdayaa tematik diharapkan mampu untuk menjadikan Sirnoboyo memiliki ketahanan pangan dengan keberadaan dari pembangunan rumah kaca untuk usaha pembibitan dan hortikultura,”tutup Agoes.
