Efek Domino Monumen Reog: Infrastruktur Ponorogo Makin Terangkat, Dana Pusat Mengalir Deras

Efek Domino Monumen Reog: Infrastruktur Ponorogo Makin Terangkat, Dana Pusat Mengalir Deras
SHARE

PRABANGKARANEWS, PONOROGO – Pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) setinggi 126 meter di Kecamatan Sampung, Ponorogo, tidak hanya berdampak simbolik dan kultural, tetapi juga strategis dalam menarik program-program pemerintah pusat. Efek positifnya, Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik dan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) mulai mengalir untuk memperkuat infrastruktur kawasan sekitar monumen.

Menurut Kepala DPUPKP Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, penataan kawasan pendukung MRMP telah dimulai sejak 2024, dengan dukungan DAK Tematik PPKT senilai Rp 10,6 miliar. Fasilitas yang dibangun meliputi jalan paving, drainase, IPAL komunal, jaringan air minum, dan sistem sampah berbasis 3R, menciptakan kawasan yang layak huni sekaligus mendukung ekosistem wisata.

Baca Juga  Danrem 071/Wijayakusuma Lakukan Vicon ke Jajajarannya untuk Mempersiapkan Ketahanan Pangan

Tahun 2025, Pemkab fokus menyelesaikan sisa drainase, terutama di area Pasar Sampung, menggunakan sistem U-ditch pracetak untuk efisiensi waktu dan kualitas hasil. Sementara 2026, pemerintah bersiap mengusulkan peningkatan ruas jalan strategis melalui IJD guna menjamin konektivitas menuju MRMP tetap prima saat kawasan ini difungsikan penuh sebagai destinasi wisata nasional.

Berbagai jalur masuk dari Sarangan, Tawangmangu, Wonogiri, Madiun hingga pusat kota Ponorogo kini terhubung dengan baik, membuka akses luas bagi wisatawan. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Jamus menegaskan, proyek ini adalah bagian dari narasi kebangkitan budaya dan transformasi ekonomi Ponorogo, mendorong sektor pariwisata dan jasa untuk naik kelas, guna memperkuat basis ekonomi daerah yang selama ini masih bergantung pada pertanian.

Baca Juga  Dukung UMKM, Persit KCK Daerah XII/Tpr Selenggarakan Webinar Pelatihan Anyaman Pembuatan Tas Berbahan Dasar Rotan