Lima Perguruan Tinggi Masuk Kategori Risiko Integritas Riset Tertinggi di Indonesia
PRABANGKARANEWS, Jakarta, 7 Juli 2025 — Laporan terbaru dari Research Integrity Risk Index (RI²) mengungkapkan bahwa lima perguruan tinggi terkemuka di Indonesia masuk dalam kategori Red Flag, atau berisiko tinggi terhadap pelanggaran integritas riset.
Kelima institusi tersebut adalah Universitas Bina Nusantara (BINUS), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Temuan ini dirilis melalui situs resmi RI² yang dikelola oleh tim riset dari American University of Beirut.
Indeks RI² mengukur dua indikator utama: pertama, jumlah publikasi yang mengalami penarikan kembali (retraction) karena dugaan pemalsuan data, plagiarisme, atau pelanggaran etika riset lainnya. Kedua, proporsi tinggi publikasi dosen di jurnal yang dikeluarkan dari indeks bereputasi seperti Scopus dan Web of Science, yang dikenal sebagai jurnal predator atau berkualitas rendah.
Akibat tingginya tekanan angka kredit dan insentif akademik yang tidak proporsional, sebagian akademisi disebut menempuh jalan pintas dengan menerbitkan artikel di jurnal tidak bereputasi bahkan fiktif. “Saya pernah melihat artikel dari kampus Red Flag yang hanya membahas jenis-jenis sate, diterbitkan di jurnal Q4 dengan indeks sangat rendah. Mungkin tidak melanggar etika, tapi jelas mencerminkan rendahnya mutu ilmiah,” ujar seorang pengamat pendidikan tinggi yang enggan disebutkan namanya.
Laporan ini pun menjadi alarm serius bagi dunia akademik Indonesia. Pemerintah, kampus, dan seluruh pemangku kepentingan didesak untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap kebijakan riset nasional, sistem insentif dosen, serta penguatan budaya integritas akademik — tidak hanya di ruang dosen, tetapi juga dalam proses pembelajaran dan laboratorium.
