Research Group Pusat Kajian Bisnis dan Ekonomi Terapan FKIP UNS Latih Guru di Boyolali Terapkan Pembelajaran Deep Learning

Research Group Pusat Kajian Bisnis dan Ekonomi Terapan FKIP UNS Latih Guru di Boyolali Terapkan Pembelajaran Deep Learning
Research Group Pusat Kajian Bisnis dan Ekonomi Terapan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Pelatihan Implementasi Pembelajaran Ekonomi dengan Pendekatan Deep Learning
SHARE

PRABANGKARANEWS, Boyolali — Untuk meningkatkan mutu pembelajaran ekonomi di tingkat SMA/SMK, Research Group Pusat Kajian Bisnis dan Ekonomi Terapan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pelatihan bertema “Implementasi Pembelajaran Ekonomi dengan Pendekatan Deep Learning” bagi para guru di Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam penguatan kualitas pendidikan.

Pelatihan ini hadir sebagai respons atas berbagai tantangan pendidikan saat ini, mulai dari rendahnya literasi dan numerasi siswa hingga ketimpangan mutu pendidikan antarwilayah. Menurut rilis resmi dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (2025), pendekatan deep learning menjadi solusi strategis yang menekankan pembelajaran menyeluruh — integratif secara kognitif, emosional, dan fisik — serta berlangsung dengan penuh kesadaran dan makna.

Baca Juga  Gelombang Rasisme dan Pilkada Papua

Sayangnya, pendekatan ini kerap disalahpahami oleh sebagian guru sebagai sekadar tuntutan administratif, padahal sebenarnya memiliki dampak langsung pada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual siswa.

Kegiatan secara Daring 18 Juni 2025

Pelatihan disusun dalam tiga tahap:

  1. Sosialisasi Konsep Pembelajaran Mendalam
    Kegiatan ini berlangsung daring via Zoom pada 18 Juni 2025 dan diikuti oleh 86 guru ekonomi dari seluruh Boyolali. Dr. Leny Noviani, M.Si., Ketua Prodi S2 Pendidikan Ekonomi FKIP UNS, menjadi narasumber utama yang membedah konsep pembelajaran mendalam, strategi penerapan di kelas ekonomi, serta penyusunan RPP berbasis deep learning.

  2. Pelatihan Implementasi di Sekolah
    Dilaksanakan secara luring pada 19 Juni 2025 di SMA Negeri 1 Boyolali, pelatihan tahap kedua ini lebih aplikatif. Para guru diberi kesempatan langsung untuk mempraktikkan desain pembelajaran ekonomi berbasis deep learning, sekaligus melakukan refleksi terhadap RPP mereka melalui sesi ulasan bersama fasilitator.

  3. Pendampingan Sekolah
    Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim dari FKIP UNS akan turun langsung ke sekolah peserta pada awal Agustus 2025. Pendampingan ini bertujuan memastikan pendekatan yang telah dilatihkan benar-benar diterapkan secara efektif dan berkelanjutan di ruang kelas.

Baca Juga  PNM, Lembaga Pembiayaan Perempuan Terbesar Dunia dari Indonesia

Ketua MGMP Ekonomi Boyolali, Muhsidi, M.Pd., menyambut baik inisiatif ini. “Kami merasa pelatihan ini sangat bermanfaat karena tidak berhenti di teori. Adanya sesi praktik dan review sangat membantu guru dalam refleksi dan pengembangan strategi pembelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Feri Setyowibowo, Ph.D., selaku Ketua Research Group, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami berharap pelatihan ini dapat berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Guru adalah agen utama perubahan, dan mereka perlu didukung dengan pendekatan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ungkapnya dalam pembukaan acara.

Para peserta pelatihan pun menyatakan antusiasme mereka, menyebut pelatihan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana menjadikan pembelajaran ekonomi lebih kontekstual dan bermakna. Melalui inisiatif ini, para guru ekonomi di Boyolali diharapkan dapat menjadi pionir dalam membangun generasi berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif yang sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila.

Baca Juga  Mancing Bareng SBY di Dermaga Kowang, Pacitan